Daya Motor

Kota Cirebon Lebih Siap, Bangunan Sekolah Rakyat Tinggal Pakai

Kota Cirebon Lebih Siap, Bangunan Sekolah Rakyat Tinggal Pakai

Kepala Dinas Sosial Kota Cirebon, Hj Santi Rahayu menyatakan bangunan Sekolah Rakyat sudah siap.-Dedi Haryadi-radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Program sekolah rakyat yang merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia, Kota Cirebon menyatakan lebih siap.

Sekolah yang diperuntukan bagi warga kurang mampu ini, Kota Cirebon sudah memiliki bangunan yang tinggal pakai.

Kota Cirebon termasuk salah satu kota pertama yang akan meresmikan Sekolah Rakyat pada tahap awal pembangunan nasional.

Sebagaimana yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menunjukkan kesiapannya dalam mendukung program nasional tersebut.

BACA JUGA:Jaga Ekosistem Laut Tetap Lestari, Ini Aksi Nyata BRI Menanam - Grow and Green di Pulau Kapoposang

BACA JUGA:WOW! Kopdes Merah Putih Bakal Dikucuri Modal Rp3 Miliar, Tapi…

Kepala Dinas Sosial Kota Cirebon, Hj Santi Rahayu mengungkapkan, lokasi Sekolah Rakyat di Kota Cirebon telah ditetapkan berada di SMP Negeri 18. 

Hal ini menjadi keunggulan tersendiri karena gedung sekolah sudah tersedia, berbeda dengan daerah lain yang masih mengusulkan lahan kosong dan memerlukan waktu pembangunan fisik.

"Alhamdulillah, Kota Cirebon telah mengusulkan lokasinya di SMP 18. Kami termasuk yang siap dan sudah diverifikasi oleh Kementerian Sosial. Inilah yang membuat kami masuk tahap pertama pembangunan," ungkap Hj Santi Rahayu kepada radarcirebon.com.

Rencananya, kata Santi, Sekolah Rakyat di Kota Cirebon akan diresmikan pada bulan Juli 2025. 

BACA JUGA:Dorong Desa Mandiri, Pemerintah Resmikan Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih

BACA JUGA:Perintah Kapolri Soal Berantas Premanisme ke Jajarannya: Operasi Pekat Ditingkatkan

Sekolah ini berbeda dengan sekolah negeri pada umumnya, karena Sekolah Rakyat diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Adapun yang menjadi syarat bisa masuk di sekolah ini, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 berdasarkan data sosial ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait