Daya Motor

Amirulhajj Indonesia Bertolak ke Arab Saudi, Minta Doa Agar Ibadah Haji Seluruh Jemaah Lancar

Amirulhajj Indonesia Bertolak ke Arab Saudi, Minta Doa Agar Ibadah Haji Seluruh Jemaah Lancar

Ibadah haji.-Pixabay-

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar didaulat sebagai Amirulhajj oleh Pemerintah Indonesia pada musim haji 1446 H/2025.

Dengan semakin dekatnya puncak ibadah haji, maka Amirulhajj Indonesia resmi bertolak ke Arab Saudi, Kamis 29 Mei 2025.

Keberangkatan ini menandai dimulainya misi kenegaraan penting dalam mengawal pelaksanaan ibadah haji, khususnya dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

“Amirulhajj membawa amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik selama menjalankan ibadah haji. Ini adalah tugas kenegaraan yang sangat penting,” tegas Menteri Agama Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 29 Mei 2025.

BACA JUGA:VIRAL! Video Perundungan Diduga Pelajar SMP di Kota Cirebon

BACA JUGA:Pelaku Dugaan Korupsi Total 7 Tersangka, Ini Peran Masing-Masing

Amirulhaj memiliki mandat untuk memimpin misi haji Indonesia serta menjalankan diplomasi haji dengan otoritas Arab Saudi.

“Selain memastikan pelayanan langsung kepada jemaah, kami juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah otoritas Saudi untuk membahas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji ke depan,” ujar Nasaruddin.

Dalam kesempatan ini, Nasaruddin Umar mengimbau kepada para jemaah haji yang sudah tiba di Arab Saudi maupun yang akan berangkat agar tetap menjaga kesehatan dan menghemat energi.

Pasalnya, berdasarkan imbauan otoritas Arab Saudi, diperkirakan akan saat puncak ibadah haji di Arafah, suhu udara bisa mencapai 50 derajat celsius.

BACA JUGA:Alasan Klasik Para Tersangka Korupsi: Pekerjaan Diterima Tapi Tidak Dilaksanakan

BACA JUGA:Tingkatkan Bauran EBT hingga 2034, PLN Siap Jalankan RUPTL Terhijau Sepanjang Sejarah

“Jemaah diimbau untuk tidak keluar dari tenda saat di Arafah dan Mina, mengingat suhu ekstrem yang diperkirakan mencapai 50 derajat celsius, serta mengikuti pergerakan Armuzna sesuai jadwal resmi.

Ia juga mengingatkan agar jemaah selalu membawa Kartu Nusuk, disiplin menjalani seluruh rangkaian ibadah, serta mematuhi protokol kesehatan, antara lain dengan menggunakan masker dan payung, menjaga kebersihan, serta cukup mengonsumsi cairan dan makanan bergizi.

Perlu diketahui, hingga hari ke-29 operasional haji, tercatat 189.734 jemaah haji reguler telah tiba di Tanah Suci dalam 482 kloter.

Dari jumlah tersebut, 55 persen merupakan jemaah perempuan (105.085 orang), dan 45 persen laki-laki (84.649 orang). Selain itu, sebanyak 15.033 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

BACA JUGA:Melihat dari Dekat Tradisi Ruwatan yang Mulai Langka, Tontonan Sekaligus Tuntutan yang Syarat Makna

Fase kedatangan jemaah gelombang pertama ke Madinah telah berakhir pada 25 Mei 2025. Seluruh jemaah kini telah berada di Makkah dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Seperti Indonesia, Arab Saudi juga telah menetapkan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada 28 Mei 2025. Dengan demikian, wukuf di Arafah akan berlangsung pada 5 Juni 2025.”

“PPIH Arab Saudi terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Haji dan para penyedia layanan (syarikah) untuk memastikan kesiapan layanan puncak haji,” jelas Nasaruddin.

Sebelum bertolak ke Arab Saudi, Menag mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan kelancaran operasional haji dan keselamatan seluruh jemaah.

“Kami mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan terbaik dan meraih predikat haji yang mabrur,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait