Daya Motor

Duka Gunung Kuda, Kakek 85 Tahun Berharap Keajaiban Putranya Ditemukan

Duka Gunung Kuda, Kakek 85 Tahun Berharap Keajaiban Putranya Ditemukan

Sudirman ayah Tono korban longsor di Gunungkuda yang hingga kini belum ditemukan, Selasa (3/6/2025).-Dedi Haryadi-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Harapan masih terpancar dari wajah-wajah penuh duka di lokasi longsor Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon

Para keluarga korban yang masih dinyatakan hilang tak henti menanti keajaiban, agar orang-orang tercinta mereka bisa ditemukan meski tertimbun material longsoran sejak peristiwa tragis itu terjadi.

Sejumlah keluarga terlihat bertahan di sekitar lokasi. Mereka berharap tim SAR dan relawan bisa segera menemukan para korban yang masih tertimbun.

Pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan, meski proses evakuasi berlangsung lambat karena faktor keselamatan dan beratnya timbunan material.

BACA JUGA:Galian C Argasunya Tak Berizin, Pemkot Cirebon Siapkan Larangan Resmi

BACA JUGA:Update Pencarian Korban Gunung Kuda: 3 Titik Diduga Lokasi Korban Terkubur

Beberapa alat berat telah dikerahkan, namun harapan keluarga tetap menjadi penggerak utama di balik upaya pencarian yang belum berhenti. Bahkan, longsor susulan pun masih kerap terjadi.

Di tengah panasnya siang dan reruntuhan tanah longsor di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, seorang kakek renta terlihat mondar-mandir seorang diri. 

Namanya Sudirman, usianya 85 tahun warga Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. 

Dengan wajah penuh kecemasan, ia terus menyusuri lokasi bencana mencari sosok yang sangat berarti dalam hidupnya, sang anak, Tono (57), yang hingga kini belum ditemukan.

BACA JUGA:Islam hingga Konghucu Bisa Hadir, Besok Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Gunung Kuda

BACA JUGA:Tersangka Kedua Longsor Gunung Kuda Ajukan Penangguhan Penahanan, Alasan Tulang Punggung Keluarga

Tono, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir dam truk, menjadi salah satu korban yang tertimbun longsor. Namanya telah masuk dalam daftar korban hilang yang dirilis oleh pos Basarnas. 

Sejak itu, Sudirman tak pernah absen datang ke lokasi, berharap ada keajaiban anaknya bisa ditemukan, entah dalam keadaan bagaimana pun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait