Kuningan Full Senyum! KDM Minta Daerah Penghasil Air Dapat Insentif
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginginkan daerah penghasil air seperti Kabupaten Kuningan mendapatkan insentif.-Foto: Humas Jabar-radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM - Kabupaten Kuningan tentu bakal senang bila kebijakan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengenai insentif daerah penghasil air diberlakukan.
Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengungkapkan, perlunya daerah penghasil air mendapatkan insentif. Tujuannya adalah mengurangi ketimpangan dengan kawasan industri.
Insentif juga perlu diberikan kepada daerah penghasil padi. Sehingga dapat melindungi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan tanpa harus daerahnya berubah menjadi kawasan industri.
Hal tersebut disampaikan guberur saat rapat paripurna di DPRD Provinsi Jabar.
BACA JUGA:Begini Ungkapan Hati Putri Karlina Atas Tragedi Kemanusiaan di Hari Paling Bahagia Dalam Hidupnya
"Jangan lagi terjadi disparitas antara daerah industri dengan daerah pertanian," kata KDM dikutip radarcirebon.com.
Mengenai pengurangan ketimpangan ini, Pemprov Jabar dan DPRD sudah sepakat. Bahkan akan dibahas struktur serta tata kelola desa untuk mengakomodir hal ini.
Untuk memgoptimalisasi potensi desa, pemekaran atau penggabungan akan jadi fokus Pemdaprov dalam beberapa tahun ke depan.
"Ada desa yang penduduknya hanya 2.000, ada yang 150.000. Ini kan disparitas, ini nggak beres nih, harus segera dibenahi, "ujar Dedi Mulyadi saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu, 19, Juli 2025.
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Siap Diperiksa Polda Jabar Atas Insiden Pesta Rakyat di Garut
"Kemudian perubahan dari desa menjadi kelurahan. Karena banyak daerah desa yang sudah dihuni oleh kaum urban. Karakternya karakter urban tetap jadi desa, kan ini nggak cocok. Ini yang harus dilakukan," tambah KDM.
"Dengan jumlah penduduk lebih dari 50 juta jiwa, terdapat sebanyak 5.312 desa di Jawa Barat, dan beda serapan anggaran desanya juga. Kita jauh lebih kecil dibanding daerah yang menuduknya lebih sedikit," tambah Dia.
Selanjutnya, pemekaran, penggabungan, atau perubahan dari desa menjadi kelurahan juga terkait dengan tata ruang, tata kelola air, dan aspek lainnya. Ini sesuai dengan visi Jabar Istimewa: Lembur Diurus, Kota Ditata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

