Daya Motor

Di Kabupaten Cirebon, Harga Gabah Kering Alami Kenaikan

Di Kabupaten Cirebon, Harga Gabah Kering Alami Kenaikan

Harga gabah kering di tingkat petani Kabupaten Cirebon saat ini berada di atas harga pembelian pemerintah. --Radar Cirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Harga gabah kering tingkat petani padi di Kabupaten Cirebon, mengalami kenaikan pada musim tanam kedua.

Kondisi tersebut, berbeda jauh ketika musim tanam pertama. Petani padi di Kabupaten Cirebon, kini bisa tersenyum lebar.

Syahruddin, salah seorang petani padi asal Kabupaten Cirebon mengatakan, selain terjadi kenaikan harga, serapan hasil panen petani di wilayah Cirebon oleh Perum Bulog juga sangat tinggi. 

Hal ini diharapkan dapat menjaga harga beras yang ada di pasaran, tetap stabil khususnya menghadapi musim kemarau.

BACA JUGA:Analis Pertahankan Rekomendasi Untuk Koleksi BBRI, Program Koperasi Desa Merah Putih Diproyeksikan

BACA JUGA:Pesepeda Kabupaten Cirebon Raih Medali Emas Kejuaraan Nasional MTB 2025

Seperti diketahui, pemerintah lewat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025, sudah menetapkan harga pembelian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP).

Keputusan tersebut, tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras menetapkan, HPP GKP sebesar Rp6.500/kg. 

Harga Pembelian Pemerintah ini, berlaku untuk semua jenis gabah yang dipanen. 

"Kita berharap, untuk panen musim tanam kedua harganya tidak sampai anjlok. Kalau bisa tetap seperti ini," ucap Syahruddin dikutip dari Koran Radar Cirebon Edisi Senin, 21 Juli 2025.

BACA JUGA:Undangan Pusat dan Provinsi Habiskan Anggaran, Sekda Kota Cirebon Pasrah: Tidak Bisa Berbuat

BACA JUGA:Efisiensi Tapi Dinas Luar Kota Jalan Terus, Pemkab Cirebon Akui Anggaran Ludes

Harga gabah kering di tingkat petani Kabupaten Cirebon, mengalami kenaikan pada musim tanam kedua kali ini. 

Kenaikan harga gabah ini membawa angin segar bagi para petani yang sebelumnya terganggu dengan serangan hama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait