Timur Belum Beres, Warga Cirebon Selatan Tagih Janji Perbaikan Jalan
Puluhan warga Cirebon Selatan yang tergabung dalam Aspecs, melakukan aksi unjuk rasa menagih janji pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan rusak di wilayah Selatan, kemarin.-Khoirul Anwarudin-Radar Cirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Jalan rusak di Kabupaten Cirebon yang harus segera diperbaiki, sepertinya membutuhkan waktu yang relatif panjang.
Warga Cirebon Timur (Cirtim) yang meminta perbaikan jalan untuk segera direalisasikan, masih belum terpenuhi semuanya.
Namun perbaikan jalan rusak di Cirtim belum selesai, permintaan serupa datang dari warga Kabupaten Cirebon bagian Selatan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon yang dinilai lambat melakukan perbaikan jalan, Warga Cirebon Selatan akhirnya menagih janji dengan cara menggelar aksi demo.
Puluhan massa dari Aliansi Peduli Cirebon Selatan (Aspecs) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cirebon, Kamis 7 Agustus 2025.
BACA JUGA:Cara Bupati Majalengka Cek Infrastruktur, Rasakan Sendiri Kondisi Jalan Rusak
Mereka menuntut Pemkab Cirebon untuk memperhatikan wilayah Selatan Cirebon yang selama ini dinilai kerap terabaikan. Terutama dalam hal pembangunan infrastruktur jalan.
Dalam unjuk rasa tersebut, mereka membawa sejumlah spanduk bertuliskan sindiran. Selain itu, mereka juga sempat membakar ban bekas sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap Pemkab Cirebon dan instansi terkait.
Koordinator Aksi, Labib Bahaisul Mustofa mengungkapkan, aksi tersebut dilakukan sebagai lanjutan dari aksi yang sebelumnya pernah mereka gelar.
Menurutnya, tuntutan dalam aksi kedua juga kurang lebih sama, yakni agar jalan rusak yang berada di wilayah Cirebon Selatan, segera diperbaiki.
"Kami menuntut keras agar jalan-jalan rusak, terutama Ruas Halimpu-Wangkelang itu dimasukkan ke Banggar tahun 2025," ujar Labib dikutip dari Harian Radar Cirebon.
BACA JUGA:KNPI Apresiasi Kritik Ketua DPRD soal Jalan Rusak, Desak Pemkab Cirebon Utamakan Infrastruktur
Lebih lanjut, Labib mengatakan, pihaknya juga mendesak agar belanja infrastruktur jalan dinaikan menjadi 10 persen dari APBD Kabupaten Cirebon tahun 2026 sebesar Rp4,2 triliun.
"Kemudian, kami juga mendesak agar kontruksi material infrastruktur jalan poros Kabupaten Cirebon harus memakai betonisasi, jangan memakai aspal atau hotmix yang kualitasnya rendah," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


