Pemerintah Bentuk Otorita Pantura, Apa Tugasnya?
Banjir rob menerjang pemukiman warga di Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Rabu, 29 Januari 2025. Foto:-Tangkapan layar-Radarcirebon.com
JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Presiden Prabowo Subianto mengangkat Didit Herdiawan Ashaf sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura).
Sebagai kepala Otorita Pantura, Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan, tugas utama lembaganya adalah melaksanakan pembangunan tanggul laut di pantai utara Jawa.
"Tugas pokok dan fungsi tentunya melaksanakan kegiatan pembangunan tanggul laut di pantura Jawa," kata Didit di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 25 Agustus 2025.
BACA JUGA:Peradaban Desa Ambulu Losari Bisa Hilang, Efek Global Warming Hantui Warga
BACA JUGA:Tujuh Tahun Mangkrak, Petambak Losari Tuntut Kepastian Investasi dari PT Kings
Dijelaskan, pembangunan tanggul tersebut bertujuan untuk mencegah timbulnya persoalan yang berkaitan dengan ekosistem maupun masyarakat pesisir dalam pembangunan tanggul laut tersebut.
Dia menambahkan langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan konsolidasi dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta sejumlah menteri terkait.
Untuk pendanaan, AHY menyampaikan bahwa rencana pembangunan tanggul laut raksasa akan menggunakan skema pembiayaan kombinasi antara pemerintah dengan badan usaha.
BACA JUGA:Sintren Diabadikan Sir Thomas Stamford Raffles di History of Java, Tumbuh di Pantura Jawa
BACA JUGA:Pemdaprov Jabar dan KKP Teken MoU Revitalisasi Tambak Pantura
"Tentunya kombinasi, kerja sama pemerintah dan badan usaha adalah yang terbaik,"ucapnya.
Sebagai Menko Infrastruktur, dirinya akan menjadi Dewan Pengarah untuk Badan Otorita Pantura guna memastikan penanganan kawasan pesisir, termasuk pembangunan tanggul laut raksasa.
Dalam peran sebagai dewan pengarah, AHY menyebut pihaknya akan memberikan masukan sekaligus bersinergi dengan badan otorita dalam langkah konkret pembangunan.
"Saya sebagai dewan pengarah tentunya akan memberikan masukan-masukan, sekaligus juga bisa join forces dengan Badan Otorita yang baru dalam menjalankan dan memulai langkah-langkah yang lebih konkret untuk pembangunan giant sea wall dan juga perlindungan terhadap pesisir Jawa secara keseluruhan," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


