Permintaan Meningkat Pasokan Terbatas, Harga Daging Ayam dan Telur di Kota Cirebon Naik
Suasana pedagang daging ayam potong di Pasar Kramat Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. -DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Harga kebutuhan pokok berupa daging ayam ras dan telur ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Cirebon mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan radarcirebon.com di lapangan, Jumat 19 September 2025, harga daging ayam yang biasanya stabil dikisaran Rp30 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp38 ribu–Rp40 ribu per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam juga merangkak naik mendekati Rp29 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini tidak hanya disebabkan faktor pasokan dari pemasok yang terbatas, tetapi juga meningkatnya permintaan dari masyarakat.
BACA JUGA:Dukung Stabilitas Harga Sembako, Kodim 0614 Kota Cirebon Gelar GMP
BACA JUGA:Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Indramayu, Harga Sembako Lebih Murah hingga Rp3 Ribu
BACA JUGA:Harga Telur Menurun, Giliran Beras Mulai Naik
Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan, dinilai ikut mendorong kebutuhan terhadap telur dan daging ayam semakin tinggi.
Kenaikan harga ini mulai dikeluhkan warga, terutama ibu rumah tangga yang merasa pengeluaran belanja harian semakin berat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan langkah antisipasi agar harga kembali stabil, mengingat daging ayam dan telur merupakan bahan pangan utama bagi warga.
Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Kota Cirebon, Fajar Farhani memastikan harga tersebut masih berada dalam batas aman sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024, yang menetapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) daging ayam ras sebesar Rp40 ribu per kilogram.
"Berdasarkan pantauan kami harga ayam di Pasar Kanoman berada di angka Rp39 ribu, di Pasar Kramat sudah menyentuh Rp40 ribu, Pasar Gunung Sari sekitar Rp38-39 ribu, dan Pasar Perumnas juga Rp40 ribu. Sementara di Pasar Pagi dan Jagasatru sekitar Rp37 ribu,” ungkap kepada radarcirebon.com.
Dijelaskan Fajar, kenaikan harga dipicu oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya harga pakan ternak berbahan jagung yang kini berada di kisaran Rp6.000-Rp6.900 per kilogram.
BACA JUGA:Harga Daging Ayam di Kota Cirebon Naik Jelang Ramadan
"Momen Maulid Nabi juga menjadi faktor karena meningkatkan permintaan daging untuk acara selamatan dan syukuran masyarakat.”
“Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) juga secara tidak langsung memengaruhi permintaan harian terhadap telur dan daging. Sementara pasokan terbatas, otomatis harga ikut naik,” katanya.
Menanggapi kenaikan harga ini, lanjut Fajar, DKUKMPP Kota Cirebon memastikan akan segera berkoordinasi dengan Bulog dan SKPD terkait untuk memastikan ketersediaan pasokan serta menyiapkan langkah stabilisasi.
“Kami rutin menggelar rapat koordinasi mingguan dengan pemerintah pusat. Jika diperlukan, kami akan menggelar operasi pasar dan mendorong Bulog menyalurkan jagung SPHP kepada peternak agar harga pakan bisa terkendali dan harga daging ayam kembali normal,” ucapnya.
Ia menambahkan, pemerintah kota akan terus memantau perkembangan harga secara harian agar lonjakan tidak berlangsung terlalu lama.
"Kenaikan harga ini masih tergolong wajar dan kami pastikan stok di pasar tetap tersedia sehingga kebutuhan masyarakat dan program nasional bisa berjalan seimbang,” pungkasnya. (rdh)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


