Gerhana Matahari Parsial Bakal Terjadi Weekend Ini, Begini Cara Menyaksikannya
Penampakan Gerhana Matahari di langit Kota Cirebon.-Mohammed Iqbal-radarcirebon.com
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Setelah gerhana bulan terjadi beberapa waktu lalu, kali ini giliran gerhana matahari akan terjadi.
Berdasarkan hitungan astronomi, gerhana matahari yang terjadi adalah gerhana matahari parsial atau sebagian yang akan berlangsung Minggu 21 September 2025 mendatang.
Kendati demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, peristiwa ini tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia.
Gerhana matahari parsial terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi, tetapi tidak sepenuhnya menutupi permukaan matahari.
Akibatnya, cahaya matahari hanya terhalangi sebagian sehingga menimbulkan bayangan parsial di permukaan Bumi.
BACA JUGA:Siap-siap! Nanti Malam Ada Gerhana Bulan Total
BACA JUGA:Gerhana Bulan Total 7 September 2025, Pemandangan Langka di Langit Indonesia
Tetapi jalurnya tidak melintasi kawasan Asia Tenggara, sehingga masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikannya.
Tetap bisa diamati dari beberapa negara di belahan bumi selatan. Penasaran negara mana saja yang berkesempatan melihatnya?
Berikut daftar wilayah yang dapat menyaksikan gerhana matahari parsial pada Minggu 21 September 2025 mendatang dan jadwalnya.
Melansir data dari Time and Date, berikut daftar wilayah yang berkesempatan menyaksikan gerhana matahari parsial, Minggu 21 September 2025:
1. American Samoa
2. Antartika (sebagian wilayah)
3. Australia bagian timur
4. Fiji
5. Kepulauan Cook
6. Kiribati
7. New Caledonia
8. Niue
9. Norfolk Island
10. Polinesia Prancis
BACA JUGA:Tahun 2024 Mendatang, Akan Terjadi 3 Kalo Gerhana, Tapi Tidak di Indonesia, Kenapa?
BACA JUGA:Umat Islam Wajib Tahu, Inilah Anjuran Ulama Saat Terjadi Gerhana Bulan Sebagian
11. Samoa
12. Selandia Baru
13. Tokelau
14. Tonga
15. Tuvalu
16. Vanuatu
17. Wallis dan Futuna
Fenomena ini diperkirakan akan menjadi momen langka sekaligus menarik bagi masyarakat di wilayah-wilayah tersebut, karena mereka bisa menyaksikan sebagian cahaya matahari tertutup oleh bayangan bulan secara langsung di langit siang hari.
Sementara, BMKG telah merilis jadwal resmi terkait waktu terjadinya gerhana. Seluruh jadwal menggunakan Universal Time (UTC), yang apabila dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB) akan bertambah +7 jam. Rinciannya adalah sebagai berikut:
BACA JUGA:Malam ini Terjadi Gerhana Bulan Penumbra, Puncaknya Nanti Pukul...
• Awal gerhana: 17.29 UTC (00.29 WIB, 22 September 2025)
• Puncak gerhana: 19.41 UTC (02.41 WIB, 22 September 2025)
• Akhir gerhana: 21.53 UTC (04.53 WIB, 22 September 2025)
Sayangnya, masyarakat di Indonesia tidak bisa menyaksikan langsung fenomena ini. Sebagai alternatif, publik masih dapat menikmati momen tersebut melalui live streaming yang biasanya disediakan oleh platform internasional seperti Time and Date, NASA TV, maupun sejumlah observatorium luar negeri. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


