Stasiun Cirebon Ganti Nama, PT KAI Daop III Beri Penjelasan
Stasiun Cirebon ganti nama menjadi Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi dengan kontrak naming rights sampai dengan tahun 2028.-Foto: BT Batik Trusmi-RADARCIREBON.COM
RADARCIREBON.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) III Cirebon memberikan penjelasan terkait Stasiun Cirebon yang ganti nama menjadi Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi.
Muhibuddin Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon menyatakan, rencananya nama Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi akan dilakukan launching pada 1, Oktober 2025.
Naming rights yang berkolaborasi dengan BT Batik Trusmi tersebut, berlaku sampai dengan 2028.
“Kontrak sampai dengan tahun 2028,” kata Muhibudin, saat dihubungi radarcirebon.com, Kamis, 25, September 2025.
BACA JUGA:Nama Baru Stasiun Cirebon, Hasil Kolaborasi dengan BT Batik Trusmi
Kendati demikian, Muhibudin tidak bersedia memberikan informasi terkait dengan nilai kontrak naming rights tersebut.
Seperti diketahui, naming rights bukan hal baru diterapkan PT KAI. Sebelumnya, Stasiun Semarang Bank Jateng sudah melakukan hal serupa.
Di Jabodetabek, naming rights ini bahkan lebih masif. Seperti Stasiun BNI City, Stasiun Cipete Raya TUKU, Stasiun MRT Blok M BCA, Stasiun MRT Lebak Bulus Grab.
Pendapatan dari naming rights ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama non-tiket bagi PT MRT Jakarta, menyumbang hingga 30% dari total pendapatan perusahaan.
BACA JUGA:Lalai Saat Bakar Sampah, Limbah Serutan Rotan dan Jerami Terbakar Hebat, Warga Panik
Sementara itu, berdasarkan press release perusahaan, BT Batik Trusmi rela mengeluarkan biaya besar demi mimpi sederhana: batik semakin dikenal, dan ekonomi Cirebon bisa bangkit.
Tepat di momentum Hari Batik Nasional, nama Stasiun Cirebon resmi berganti menjadi Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi.
Pergantian ini bukan sekadar soal nama, tapi simbol perjuangan untuk mengenalkan batik ke jutaan orang yang hilir-mudik di jalur utama Pantura.
“Bagi kami, ini bukan sekadar branding. Ini adalah langkah nyata untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong ekonomi kreatif. Harapannya, setiap orang yang singgah di Stasiun Cirebon bisa melihat batik bukan hanya sebagai kain, tapi sebagai identitas kota dan kebanggaan nasional,” ujar perwakilan BT Batik Trusmi, lewat keterangan yang diterima redaksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

