Ok
Daya Motor

Presiden Prabowo: Kritik Penting bagi Demokrasi, Koreksi Itu Harus

Presiden Prabowo: Kritik Penting bagi Demokrasi, Koreksi Itu Harus

Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalamacara pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Polri sepanjang satu tahun terakhir di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu 29 Oktober 2025. -PCO -

JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kritik dalam kehidupan berdemokrasi. 

Menurutnya, pemimpin tidak boleh alergi terhadap masukan, sebab kritik sejatinya adalah “vitamin” yang memperkuat arah perjalanan bangsa.

Hal tersebut ia sampaikan ketika menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Polri sepanjang satu tahun terakhir di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu 29 Oktober 2025.

Prabowo tidak hanya untuk memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang berjasa menghentikan peredaran narkoba, tetapi juga menyampaikan pandangan mendasar tentang demokrasi dan kepemimpinan.

BACA JUGA:Pemprov Jabar Bersama Kanwil Bea Cukai Musnahkan BKC Ilegal Senilai Rp10 Miliar

BACA JUGA:Kurang Dari 24 Jam, Satreskrim Polres Kuningan Ringkus Pencuri Sepeda Motor

BACA JUGA:Sambut 300 Tahun Buntet Pesantren Cirebon, Wapres Gibran Sampaikan Kado Presiden Prabowo

"Bersaing bagus, kritik harus, koreksi harus. Pemimpin yang tidak mau dikoreksi dia akan terjebak dalam kesalahan-kesalahan,” ujar Presiden Prabowo Subianto di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, jajaran kabinet Merah Putih, para tokoh agama, serta perwakilan organisasi masyarakat, pemuda, dan mahasiswa.

Prabowo juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menerima kritik. Ia mengaku kerap menyempatkan diri menyimak berbagai obrolan publik media sosial. 

"Saya suka malam-malam buka podcast-podcast (kritik) itu, kadang-kadang dongkol juga yah. Apa ini? Tapi saya catat," ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga membagikan pelajaran hidup yang pernah diberikan gurunya ketika dirinya difitnah saat masih muda. 

"Jangan takut difitnah. Saya dulu punya guru, waktu saya masih muda, saya kena fitnah dua-tiga kali, saya down. Tahu-tahu saya ngeluh ke guru saya,” kenangnya.

Gurunya kala itu justru menegaskan, difitnah adalah tanda bahwa dirinya diperhitungkan. 

BACA JUGA:Meski Belum Sempurna, Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Program MBG Tidak Gagal

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait