Dishub Jabar Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan 21,2 Juta Pemudik dan Wisatawan Saat Nataru 2025–2026
Arus lalu lintas Tol Cipali Natal 2025.-ASTRA Tol Cipali-
BANDUNG, RADARCIREBON.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menyiapkan strategi komprehensif guna mengantisipasi lonjakan mobilitas warga pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan hasil survei, diprediksi sebanyak 21,2 juta warga Jabar atau hampir separuh dari total populasi akan melakukan perjalanan.
Kepala Dishub Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar mengungkapkan bahwa atensi khusus tahun ini terletak pada pola pergerakan yang terkonsentrasi di jalur wisata serta tingginya penggunaan kendaraan pribadi.
"Kenaikan volume kendaraan diprediksi akan menimbulkan tekanan tinggi pada ruas jalan arteri dan akses menuju destinasi wisata.”
BACA JUGA:Pengamanan Ketat Sejak 23 Desember 2025, Natal di Kota Cirebon Aman Terkendali
BACA JUGA:Hujan Deras Picu Banjir di Kota Cirebon, Empat Kelurahan Terdampak, Berikut Daftarnya
BACA JUGA:Bupati Cirebon dan Forkopimda Monitoring Gereja, Pastikan Ibadah Natal Berjalan Aman dan Nyaman
“Ini menjadi fokus utama kami dalam pengendalian lalu lintas tahun ini," ujar Dhani Gumelar di Kota Bandung.
Puncak pergerakan diprediksi terjadi pada 24–25 Desember 2025 dengan estimasi 10,8 juta orang bergerak dalam kurun waktu 48 jam.
Dishub Jabar telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan (bottleneck), di antaranya Kawasan Puncak (Bogor), jalur Bandung–Ciwidey, Lembang, akses Pantai Pangandaran, serta ruas tol keluar-masuk Bandung Raya dan Bogor.
Guna mengurai kepadatan, rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan sistem buka-tutup akan diberlakukan secara situasional berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.
"Keputusan teknis operasional ada pada Kepolisian, namun kami mendukung penuh dari sisi prasarana seperti penempatan rambu portabel, water barrier, hingga optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) di titik-titik rawan," tambah Dhani.
Mengingat 60 persen pergerakan bertujuan untuk berwisata, Dishub Jabar memperkuat manajemen arus di jalur arteri menuju destinasi unggulan.
BACA JUGA:Air Meluap ke Pemukiman! Warga Kalijaga Kota Cirebon Dievakuasi Petugas BPBD dan Polisi
Salah satu langkah yang diambil adalah penggunaan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) portable untuk mengarahkan pengguna jalan ke rute alternatif guna menghindari penumpukan di satu titik.
Terkait operasional Tol Cisumdawu dan Bocimi yang kini menjadi magnet baru, Dhani mengimbau pengendara untuk mengantisipasi keterbatasan rest area permanen.
"Pengendara diarahkan untuk menggunakan fasilitas di luar gerbang tol terdekat, seperti rest area Parungkuda di Tol Bocimi. Kami juga menyiapkan pos komando gabungan untuk menangani keperluan darurat pengendara," jelasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


