Daya Motor

Banjir Rendam Kanci! Frisma Elsa Turun Tangan, Bongkar Penyebab Sebenarnya

Banjir Rendam Kanci! Frisma Elsa Turun Tangan, Bongkar Penyebab Sebenarnya

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Frisma Elsa Tamara bersama Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni meninjau langsung banjir di Desa Kanci Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Jumat 26 Desember 2025 malam. -Mohamad Junaedi-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Frisma Elsa Tamara, turun langsung meninjau kondisi banjir yang melanda Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Jumat 26 Desember 2025 petang. 

Kehadirannya disambut warga yang tengah berjuang menghadapi genangan air setinggi lutut orang dewasa di beberapa titik permukiman.

Banjir yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah timur Kabupaten Cirebon sejak siang hingga malam itu merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi yang sudah berulang kali melanda kawasan pesisir dan dataran rendah Astanajapura.

BACA JUGA:Darurat Banjir! Plt Camat Astanajapura Imbau Warga Jaga Lingkungan dan Tidak Sembarangan Bikin Bangunan

Frisma yang merupakan politisi muda PDI Perjuangan terlihat menyapa warga satu per satu, mendengarkan keluhan mereka mengenai kondisi lingkungan, saluran air yang tersumbat, hingga kebutuhan bantuan darurat.

“Saya prihatin melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir ini. Hujan deras dengan intensitas tinggi membuat sungai, saluran irigasi, dan drainase tidak mampu menampung debit air,” ujarnya.

Namun, menurutnya, banjir kali ini tidak hanya dipicu cuaca ekstrem. Banyak saluran air yang mampet akibat sampah yang dibuang sembarangan, ditambah semakin maraknya bangunan liar di atas saluran yang menghambat aliran air menuju hilir.

“Ini penting! Masyarakat harus sadar bahwa menjaga lingkungan dan menaati aturan mendirikan bangunan dapat mengurangi risiko bencana seperti ini,” tegas Frisma.

Data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Cirebon menyebutkan, wilayah Astanajapura termasuk daerah dengan tingkat kerawanan banjir tinggi, terutama akibat penurunan permukaan tanah, sedimentasi sungai, dan kepadatan permukiman di bantaran air.

BACA JUGA:Akibat Banjir di Kanci, Akses Pantura Cirebon Sempat Lumpuh! Polisi Turun Tangan, Kini Berangsur Normal

Di hadapan warga, Frisma menyerukan agar Pemerintah Kabupaten Cirebon meningkatkan fokus pada pengelolaan sampah dan penindakan terhadap pihak-pihak yang membangun di atas saluran air tanpa izin.

“Pemerintah daerah harus lebih tegas. Jangan ada lagi pembiaran pada oknum yang seenaknya mendirikan bangunan di atas saluran air. Ini kebutuhan mendesak supaya banjir seperti ini tidak terus berulang,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya langkah cepat berupa pengerukan sedimentasi sungai, pembersihan drainase, serta optimalisasi pompa air di wilayah-wilayah rawan.

Kecamatan Astanajapura menjadi salah satu lokasi yang terdampak paling parah, terutama di Desa Kanci, Kanci Kulon, Japura Bakti, Japura Kidul, hingga Mertapada Kulon.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait