Hasil Cek Fakta: Video Aspal Hanyut saat Banjir di Lobunta Cirebon Konten Lama
Video aspal hanyut saat kejadian banjir Cirebon ternyata konten lama yang kembali diviralkan.-Foto: Tangkapan layar-RADARCIREBON.COM
RADARCIREBON.COM - Video banjir Cirebon viral di media sosial. Salah satunya adalah aspal yang hanyut dan terkelupas saat arus air melintasi kawasan permukiman di Lobunta, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
Banyak yang mengira video tersebut adalah kejadian banjir di Cirebon baru-baru ini. Namun dari hasil pemeriksaan, diketahui bawa konten tersebut merupakan video lama yang kembali diviralkan.
Polisi Resor Cirebon Kota (Polres Ciko) mengungkapkan, hasil penelusuran kepolisian, narasi pada video tersebut tidak benar.
"Video yang ramai beredar itu merupakan rekaman lama dan tidak terjadi pada waktu yang disebutkan," kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, kepada radarcirebon.com, Minggu, 28, Desember 2025.
BACA JUGA:Pohon Tumbang di Astana Gunung Jati Dievakuasi, Cungkup Makam Petilasan Wali Songo Rusak
Diungkapkan kapolres, selain pengecekan video, pihaknya juga menurunkan personel Polsek Mundu untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) setelah video tersebut kembali mencuat dan memicu perhatian publik.
Pulbaket dilakukan pada Jumat, 26, Desember 2025 pukul 14.00 hingga 15.00 WIB di Jalan Venus, Perumahan Lobunta, RT 006 RW 007, Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
“Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan serta keterangan warga, dapat dipastikan banjir dalam video viral itu terjadi pada Desember 2024 dan sempat viral pada periode tersebut,” tegas AKBP Eko Iskandar.
AKBP Eko menyebutkan, berdasarkan keterangan warga setempat bernama Fahri menguatkan hasil pulbaket kepolisian.
BACA JUGA:H+3 Natal, Lalu Lintas Tol Cipali Lancar
"Lokasi banjir yang terekam video berada tepat di samping rumahnya Fahri dan tidak terjadi pada 25 Desember 2025 seperti yang beredar di media sosial," sebutnya.
AKBP Eko mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing konten lama yang kembali diviralkan tanpa konteks waktu yang jelas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan informasi sebelum membagikannya. Penyebaran informasi keliru berpotensi menimbulkan keresahan,” ujarnya.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar memastikan akan terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kondusivitas serta mencegah penyebaran informasi menyesatkan di ruang publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

