Awalnya Diragukan, Kini Mengejutkan! Tunda Bayar Kuningan Tuntas, Sekda Bongkar Fakta Optimisme
Sekda Kuningan U Kusmana MSi menyampaikan kinerja birokrasi mulai menunjukkan hasil dan mampu menghadirkan berbagai capaian positif.-Ist-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Di awal kepemimpinan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi dan Wakil Bupati Hj Tuti Andriani SH MKn, suasana pemerintahan nyaris dibayangi keraguan.
Kondisi keuangan daerah yang tertekan, ditambah beban tunda bayar bernilai besar, membuat banyak pihak pesimistis. Bahkan, tak sedikit yang meragukan arah pembangunan Kuningan ke depan.
Namun cerita itu kini mulai berubah. Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U Kusmana MSi, mengungkapkan bahwa perjalanan pemerintahan selama hampir satu tahun terakhir justru membalikkan pesimisme menjadi optimisme.
Meski fiskal daerah sangat terbatas, ikhtiar pembenahan dilakukan secara bertahap dan terukur.
BACA JUGA:Mengukir Sejarah Global, GAC Group Tegaskan Standar Mutu dan Keandalan Otomotif Lewat Hyptec SSR
“Sejak awal memang PR-nya berat. Tunda bayar besar, kondisi keuangan menekan. Tapi dari situ kami belajar dan mengkaji semuanya secara hati-hati agar ke depan lebih baik,” ujar U Kusmana, Rabu (31/12).
Ia mengakui, pada fase awal kepemimpinan, kepercayaan publik belum sepenuhnya terbentuk. Namun seiring waktu, kinerja birokrasi mulai menunjukkan hasil nyata.
Pemerintahan pelan-pelan membuktikan bahwa keterbatasan fiskal bukan alasan untuk berhenti bekerja.
Pengalaman panjang Bupati Dian di dunia birokrasi disebut menjadi modal penting dalam membaca persoalan dan menentukan langkah strategis. Dalam waktu 10 bulan, berbagai kebijakan ditempuh untuk menjaga agar roda pembangunan tetap berputar.
BACA JUGA:Panduan Lengkap Glamping di Kuningan dan Lokasi Terindah di Kaki Ciremai
BACA JUGA:Gak Perlu Jauh-jauh, 7 Wisata Majalengka Ini Dijamin Bikin Kamu Auto Jatuh Cinta!
“Beliau tidak pernah menyerah. Walaupun fiskal terbatas, rasa pesimis itu bisa diubah menjadi optimisme,” tegas Sekda.
Yang menarik, sejumlah capaian pembangunan justru berhasil direalisasikan tanpa membebani APBD. Puluhan rumah tidak layak huni dibangun melalui program pusat, kolaborasi lintas sektor, hingga dukungan Baznas.
Kegiatan strategis seperti pembangunan masjid di Pendopo, Tour de Linggarjati, serta pengembangan sepak bola daerah juga tidak menggunakan APBD. Puncaknya terjadi hari ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

