Daya Motor

Jarang Libatkan Warga Lokal, PT Tayi Mald Dipanggil Pemdes Damarguna Cirebon

Jarang Libatkan Warga Lokal, PT Tayi Mald Dipanggil Pemdes Damarguna Cirebon

Pemerintah Desa (Pemdes) Damarguna memfasilitasi pertemuan antara perwakilan masyarakat dan manajemen PT Tayi Mald Technology MFG Indonesia di Balai Desa Damarguna, Senin 5 Januari 2025.-Pemdes Damarguna-

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Keberadaan PT Tayi Mald Technology MFG Indonesia di Desa Damarguna, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, menuai sorotan warga.

Sejak tahap pembangunan hingga operasional, perusahaan dinilai belum melibatkan masyarakat setempat secara optimal, terutama dalam hal rekrutmen tenaga kerja.

Kondisi tersebut mencuat setelah banyak warga Desa Damarguna mengaku tidak mengetahui adanya proses penerimaan karyawan, sehingga sebagian besar lowongan justru terisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.

Menyikapi keluhan tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Damarguna memfasilitasi pertemuan antara perwakilan masyarakat dan manajemen perusahaan di Balai Desa Damarguna, Senin 5 Januari 2025.

BACA JUGA:Kompak dengan DPRD, Pemprov Jabar Pasang Target Ambisius untuk 2026

BACA JUGA:Banyak yang Salah Paham! IDI Jabar Luruskan Isu Super Flu yang Meresahkan

Perwakilan Karang Taruna Desa Damarguna, Ando Prayoga, menyampaikan harapan agar keberadaan PT Tayi Mald Technology MFG Indonesia dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa.

“Keberadaan perusahaan seharusnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik melalui penyerapan tenaga kerja lokal maupun kontribusi terhadap pembangunan desa,” ujarnya.

Ando juga menekankan pentingnya kerja sama antara perusahaan dan pemerintah desa, termasuk kontribusi pendapatan desa dari pihak ketiga.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah pengelolaan limbah produksi dan limbah rumah tangga perusahaan yang melibatkan Pemdes dan masyarakat setempat, yang nantinya dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Selain itu, masyarakat berharap agar proses rekrutmen tenaga kerja memprioritaskan warga lokal, dengan porsi minimal 60 persen berasal dari Desa Damarguna dan desa penyangga.

BACA JUGA:Cirebon Jadi Simpul Mobilitas Nataru 2025–2026, KAI Daop 3 Layani 276 Ribu Penumpang

Mekanisme rekrutmen diusulkan melalui Karang Taruna yang ditunjuk langsung oleh Pemdes, guna mencegah adanya oknum yang mengatasnamakan warga desa.

“Langkah ini untuk menghindari kejadian di mana warga mengaku dari Damarguna, tetapi justru masyarakat asli desa tidak diterima,” katanya.

Tak hanya itu, Ando juga menyoroti pentingnya program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga meminta perhatian perusahaan terhadap bangunan pabrik yang dinilai mengganggu saluran irigasi pertanian agar segera dilakukan perbaikan.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati sementara dua poin utama, yakni pengelolaan limbah dan prioritas tenaga kerja lokal. Sementara poin lainnya masih menunggu pembahasan internal perusahaan.

BACA JUGA:Tak Sesuai Karakter Wilayah, Wakil Ketua DPRD Jabar Tegaskan Sawit Harus Disingkirkan

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Direktur PT Tayi Mald Technology MFG Indonesia, Mr Swan yang diwakili penerjemah sekaligus Manajer HRD Leandro, menyatakan pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan Pemdes Damarguna.

Untuk pengelolaan limbah, perusahaan meminta Pemdes mengajukan surat resmi sebagai dasar pembuatan MoU.

Terkait tenaga kerja, perusahaan menyatakan komitmen untuk mengutamakan warga Desa Damarguna. Bahkan, jika kebutuhan tenaga kerja mencapai 10 orang, separuhnya diupayakan berasal dari desa setempat.

Saat ini, perusahaan baru merekrut sekitar 50 karyawan. Mengenai total kebutuhan tenaga kerja ke depan, pihak perusahaan belum dapat memastikan.

Namun, jika ada pembukaan lowongan, informasi akan disampaikan kepada perwakilan yang ditunjuk Pemdes dan masyarakat, minimal dua minggu sebelum proses rekrutmen.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk bisa bekerja sama dengan pemerintah desa, namun beberapa hal masih perlu kami diskusikan lebih lanjut di internal perusahaan,” ujar Leandro.

Sementara itu, Kuwu Damarguna, Taufik menegaskan, Pemdes dan masyarakat pada dasarnya menyambut baik kehadiran investasi di wilayahnya.

Namun, aspirasi warga perlu disampaikan agar keberadaan perusahaan benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Dari empat poin usulan utama dan satu tambahan, baru dua yang disepakati hari ini, yaitu pengelolaan limbah dan rekrutmen tenaga kerja. Sisanya akan dibahas lebih lanjut oleh pihak perusahaan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait