Polisi Mulai Penyelidikan Dugaan Pelecehan Anak oleh Driver Taksi Online di Cirebon
Gambar hanya ilustrasi.-Freepik.com-
RADARCIREBON.COM – Dugaan pelecehan seksual kembali menghebohkan Kota Cirebon. Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun berinisial RA resmi melaporkan seorang driver taksi online ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cirebon Kota.
Laporan tersebut telah diterima dan saat ini tengah ditangani pihak kepolisian. Terduga pelaku diketahui beroperasi sebagai pengemudi transportasi online di wilayah Kota Cirebon.
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Adam Gana, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan tersebut. Ia menyatakan bahwa kasus ini telah masuk tahap awal penyelidikan.
“Laporan resmi sudah kami terima. Saat ini penyidik masih melakukan permintaan keterangan terhadap pihak-pihak terkait serta mengumpulkan bukti pendukung,” ujar AKP Adam Gana, Selasa (6/1/2026).
Pihak kepolisian menegaskan penanganan kasus ini dilakukan secara serius, mengingat korban masih berstatus anak di bawah umur. Proses penyelidikan terus berjalan guna mengungkap secara jelas peristiwa yang dialami korban.
Kronologi Singkat Kejadian
Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa dugaan pelecehan terjadi pada Senin (5/1/2026) saat korban menggunakan jasa taksi online untuk menuju lokasi latihan sepak bola di kawasan Argasunya, Kota Cirebon.
Paman korban sekaligus kuasa hukum keluarga, Indra Gustiawan, mengungkapkan bahwa keluarga baru mengetahui kejadian tersebut pada malam hari setelah korban pulang latihan.
BACA JUGA:Awal 2026 Langsung Hoki! 5 Tanaman Hias Ini Dipercaya Bawa Rezeki ke Dalam Rumah
BACA JUGA:Teras Rumah Jadi Magnet Rezeki? Ini 7 Tanaman Hias yang Dipercaya Membawa Keberuntungan
“Korban awalnya diam. Baru malam hari ibunya menghubungi saya dan menyampaikan bahwa anaknya mengalami perlakuan tidak pantas selama perjalanan,” kata Indra saat ditemui di Polres Cirebon Kota.
Menurut Indra, korban diduga mengalami tindakan yang melanggar kesusilaan di dalam kendaraan. Korban disebut beberapa kali menolak dan meminta diantar pulang. Setelah kejadian tersebut, korban akhirnya pulang ke rumah keluarga dalam kondisi trauma.
Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini dan menindak tegas pelaku.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


