KDM Ingin Stop Setoran ke BIJB Kertajati, Tukar dengan Bandara Husein Sastranegara
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menginginkan untuk stop setoran anggaran Rp100 miliar ke Bandara Kertajati.-Foto: Humas Jabar-radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menginginkan untuk stop setoran anggaran Rp100 miliar ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Alasannya, Pemprov Jabar terbebani dengan anggaran sebesar itu. Tetapi tidak mendapatkan imbal balik.
KDM juga berwacana untuk menukar antara Bandara Kertajati dengan Bandara Husein Sastranegara.
"BIJB kita sejarahkan ke kementerian pertahanan. Pemprov Jabar mengelola Bandara Husein Sastranegara," kata KDM, belum lama ini.
BACA JUGA:Hafizah Dibutuhkan di Banyak Daerah, Menag: Kesempatan Berkiprah Secara Nasional
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menegaskan perlunya modal tahunan yang disetor itu guna operasional.
Corporate Secretary Group Head Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Arie Ahsanurrohim, mengatakan setoran atau penyertaan modal itu juga merupakan hal yang telah diatur dalam perjanjian antar pemegang saham.
"(Kondisinya) Sesuai pernyataan pak Gubernur. Setoran modal dimaksud prinsipnya itu juga merupakan hal yang sudah diatur dalam shareholders agreement," ujarnya.
Pihaknya menilai dukungan modal termasuk yang disalurkan Pemprov Jabar ke BIJB Kertajati sebesar Rp 100 miliar per tahun tersebut perlu, khususnya untuk pemeliharaan fasilitas, terutama aspek operasional, keamanan dan keselamatan.
BACA JUGA:Petugas Haji 2026 Tak Main-main, Fisik dan Mental Diuji Ala Militer
"Jika penyetoran tersebut tidak dilakukan, potensinya service level akan turun," kata Arie seperti dilansir dari Antara.
Lebih lanjut, Arie mengatakan penyetoran modal tersebut memang harus dilakukan untuk keberlangsungan Bandara Kertajati yang masih butuh dukungan besar, mengingat saat ini kondisinya sampai saat ini memang seperti yang diungkapkan Dedi Mulyadi yakni belum mendatangkan profit.
Dengan kondisi yang tidak menguntungkan di BIJB Kertajati sendiri, Arie mengatakan pihaknya tidak hanya diam, namun juga berusaha untuk membuka rute-rute penerbangan baru.
"Ya tentunya saat ini sedang berproses dengan semua pihak untuk pembukaan rute-rute baru," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

