Daya Motor

Milangkala ke-5, Payung Suci Tegaskan Komitmen Ngahiji, Ngajadi, Ngabakti

Milangkala ke-5, Payung Suci Tegaskan Komitmen Ngahiji, Ngajadi, Ngabakti

perayaan Milangkala ke-5 yang berlangsung di salah satu gedung pertemuan di Jalan Karang Jalak, Kota Cirebon, Minggu (11/1/2026).-Dedi Haryadi-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Paguyuban Urang Sumedang di Cirebon (Payung Suci) menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Kota Cirebon.

Hal tersebut ditegaskan dalam perayaan Milangkala ke-5 yang berlangsung di salah satu gedung pertemuan di Jalan Karang Jalak, Kota Cirebon, Minggu (11/1/2026).

Tak sekadar perayaan ulang tahun, milangkala ini menjadi momentum penting penguatan solidaritas warga perantauan sekaligus panggung lahirnya gagasan strategis untuk pembangunan budaya dan pariwisata Kota Udang.

Perayaan ini semakin istimewa dengan kehadiran Sri Radja Keraton Sumedang Larang, Rd. H. Ikik Loekman Soemadisoeria, serta seorang Ratu dari Filipina yang dikenal sebagai tokoh penggerak kemanusiaan internasional. Kehadiran tokoh lintas negara tersebut menegaskan kuatnya nilai budaya dan kemanusiaan yang diusung Payung Suci.

BACA JUGA:156 Bencana Terjadi di Kota Cirebon Sepanjang 2025, Pohon Tumbang Paling Dominan

Ketua Payung Suci Cirebon, Dani Jaelani menyampaikan rasa syukur atas perjalanan lima tahun organisasi yang kini kian solid dalam bingkai kekeluargaan dan pengabdian.

“Alhamdulillah, di usia lima tahun ini Payung Suci semakin kuat. Fokus kami adalah implementasi filosofi Pancawaluya sebagai perwujudan nilai Ngahiji, Ngajadi, dan Ngabakti. Nilai ini harus hidup, baik saat kita menjadi masyarakat biasa maupun ketika memegang amanah sebagai pejabat publik,”tegasnya.

Dani menekankan bahwa meski berasal dari Sumedang, warga Payung Suci menjunjung tinggi filosofi di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

“Kami bangga menjadi bagian dari Cirebon dan berkiprah untuk kemajuan kota ini,” tandasnya.

BACA JUGA:Teka-teki Kasus Kredit Macet Rp30 Miliar Bank Cirebon Belum Terungkap, Kejari Masih Tunggu Audit BPK

Dalam kesempatan tersebut, Dani menyebutkan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang sedianya hadir namun berhalangan karena ada agenda kemanusiaan.

"Tak berhenti pada seremoni budaya, Payung Suci turut melontarkan gagasan visioner terkait pengembangan pariwisata daerah,"sebutnya.

Dani mengungkapkan, pihaknya mendorong penataan kawasan Kebumen sebagai Titik Nol Kilometer Kota Cirebon.

“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Cirebon. Titik Nol ini bisa menjadi ikon baru, destinasi wisata sejarah dan olahraga, karena lokasinya beririsan langsung dengan kawasan Kanoman,”ungkapnya.

BACA JUGA:Komentar Menohok Pelatih Persija usai Kalah dari Persib dan Bruno Kena Kartu Merah

Melalui semangat kolaborasi dan penguatan nilai budaya, Dani optimistis Payung Suci dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat luas, demi menjadikan Kota Cirebon lebih berdaya saing tanpa kehilangan jati diri budayanya. (rdh)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: