Daya Motor

Sejarah Desa Getrakmoyan: Kisah 4 Jawara Penakluk Sarang Perampok di Cirebon

Sejarah Desa Getrakmoyan: Kisah 4 Jawara Penakluk Sarang Perampok di Cirebon

Foto hanya ilustrasi.-Freepik.com-

RADARCIREBON.COMDesa Getrakmoyan memiliki sejarah panjang yang sarat nilai perjuangan dan kearifan lokal.

Seperti dilansir dari laman desagtm.blogspot.com, berdasarkan penuturan tokoh masyarakat setempat, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Getrakmoyan dulunya hanyalah sebuah pedukuhan kecil yang terkenal angker dan rawan. 

Tempat ini sering dijadikan persembunyian para perampok, sehingga menimbulkan keresahan bagi pedukuhan-pedukuhan di sekitarnya.

Pada masa itu, warga sekitar hidup dalam ketakutan. Keamanan sulit terjaga karena kelompok perampok kerap keluar masuk pedukuhan tersebut untuk bersembunyi dan merencanakan aksi. 

BACA JUGA:Tabel Cicilan KUR BRI 2026 Terbaru: Pinjaman Rp10–100 Juta, Bunga 6 Persen, Tenor hingga 60 Bulan

Situasi ini berlangsung cukup lama hingga akhirnya datang empat orang pengembara sakti yang kelak mengubah sejarah wilayah tersebut.

Keempat pengembara tersebut dikenal sebagai jawara yang memiliki kesaktian dan keberanian luar biasa. 

Mereka adalah Ki Buyut Sampan, Ki Buyut Jalimbar, Embok Sungkem, dan Embok Ejong. Dua di antaranya adalah laki-laki dan dua lainnya perempuan, sebuah kombinasi yang pada masanya terbilang unik dan jarang ditemui.

Kedatangan keempat jawara ini rupanya mengusik ketenangan para perampok. Tak ingin wilayah persembunyian mereka terusik, para perampok pun menghadang dan terjadilah perkelahian sengit. 

BACA JUGA:Siapa Nyimas Baduran? Kesaktiannya Melegenda dan Sejarah di Balik Nama Bedulan Cirebon

Pertarungan besar tak terelakkan. Dengan kemampuan kanuragan dan kesaktian yang dimiliki, keempat pengembara tersebut berhasil mengalahkan para perampok hingga terusir dari pedukuhan.

Kemenangan itu segera menyebar luas ke daerah-daerah sekitar. Nama Ki Buyut Sampan dan Ki Buyut Jalimbar mulai dikenal sebagai jawara yang tak terkalahkan. 

Para pendekar dari wilayah lain pun berdatangan, diliputi rasa penasaran dan keinginan untuk menguji kesaktian mereka. Duel demi duel pun terjadi, namun satu per satu para penantang berhasil ditaklukkan.

Setelah kondisi wilayah kembali aman dan tenteram, Ki Buyut Sampan mengambil keputusan penting.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: