DPRD Pastikan Tak Ada Mini Zoo di Plangon, Investor Diminta Jaga Lingkungan
CEK LOKASI. Komisi II dan III DPRD Kabupaten Cirebon saat mengecek lokasi yang diisukan sebagai mini zoo bersama Dinas teknis lainnya.-Samsul Huda-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Kawasan Plangon menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Cirebon. Selain, aktivitas galian untuk pengembang perumahan. Rombongan komisi II dan III DPRD Kabupaten Cirebon pun melakukan sidak ke lokasi yang sebelumnya diisukan akan dibangun wisata Mini Zoo.
DPRD memastikan bahwa isu pembangunan Mini Zoo belum terealisasi. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana ST MM, menyebutkan bahwa saat ini aktivitas pembangunan yang berlangsung hanya berupa rumah makan dan masjid.
Adapun istilah mini zoo yang berkembang di masyarakat muncul, karena ada rencana penempatan sejumlah satwa kecil di sekitar area restoran sebagai bagian dari konsep wisata.
"Setelah kami cek langsung, tidak ada pembangunan Mini Zoo seperti yang ramai dibicarakan. Yang ada hanya restoran dan masjid. Istilah Mini Zoo itu muncul karena konsepnya memang ada rencana penempatan satwa kecil di sekitar area restoran," ujar Anton kepada Radar di sela sidak.
BACA JUGA:Bandung Night Meetup, Perkuat Solidaritas dan Semangat 'Bersama Menjadi Satu'
Meski demikian, Anton mengakui luas lahan yang dimiliki investor di kawasan Plangon memang cukup signifikan. Sehingga isu pembangunan mini zoo selama ini dinilai mendekati kenyataan.
Dia meminta pihak investor agar bertanggungjawab terhadap lingkungan, terutama setelah adanya aktivitas penebangan pohon di sekitar lokasi.
"Kami minta pohon-pohon yang sudah ditebang segera diganti dengan tanaman baru yang memiliki daya serap air tinggi. Ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan," ujar Anton.
Dalam kesempatan itu, Anton juga mengingatkan meski kawasan Plangon secara tata ruang diperbolehkan untuk pengembangan wisata, aspek lingkungan tidak boleh diabaikan.
BACA JUGA:Dukung Pemulihan Bencana di Sumatera, AHM Hadirkan Layanan Service Motor Gratis dan Bangun Sarana Air Bersih
Menurutnya, pembangunan di kawasan perbukitan berisiko menimbulkan dampak lanjutan, khususnya bagi warga yang bermukim di wilayah bawah.
"Jangan sampai aktivitas di atas justru memicu banjir di bawah, apalagi ini sudah pernah terjadi sebelumnya saat musim hujan. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu," katanya.
Secara pribadi, politikus Partai Golkar itu mengaku lebih sepakat jika kawasan Plangon tetap dipertahankan sebagai area hijau berupa hutan dan perkebunan warga. Keberadaan ruang terbuka hijau dinilainya sangat vital untuk menjaga kelestarian alam sekaligus keselamatan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Owner PT Sumber Wisata Plangon, Siti Ukari, menyampaikan, pembangunan yang dilakukan hanya mencakup restoran dan masjid di atas lahan seluas lebih dari satu hektare.
BACA JUGA:Daftar Lengkap Pekerjaan TKI di Korea Selatan: Gaji Tinggi, Fasilitas, dan Syarat Terbaru
"Untuk saat ini kami hanya membangun restoran dan masjid. Pembangunan mini zoo belum dilakukan dan masih menunggu iklim investasi ke depan," katanya.
Namun demikian, Siti tidak menampik bahwa pihaknya telah membebaskan lahan dari sejumlah warga dengan total luas sekitar 30 hektare. Ke depan, kawasan tersebut memang direncanakan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam, termasuk kemungkinan pembangunan Mini Zoo.
"Semua rencana tentu akan kami sesuaikan dengan aturan yang berlaku dan tetap memperhatikan aspek lingkungan," pungkasnya. (sam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

