Daya Motor

Pertamina Pasang PRESSMON BALI, Pipa BBM Balongan–Jakarta Kini Dipantau Real Time

Pertamina Pasang PRESSMON BALI, Pipa BBM Balongan–Jakarta Kini Dipantau Real Time

PT Pertamina Patra Niaga resmi mengimplementasikan PRESSMON BALI, sistem digital pemantau tekanan pipa BBM secara real time pada jalur vital Balongan–Jakarta.-Pertamina-

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM – Pertamina terus memperkuat sistem keselamatan distribusi energi nasional. 

 

Melalui PT Pertamina Patra Niaga, perusahaan pelat merah itu resmi mengimplementasikan PRESSMON BALI, sistem digital pemantau tekanan pipa BBM secara real time pada jalur vital Balongan–Jakarta.

 

PRESSMON BALI (Pressure Monitoring System – Balongan ke IT Jakarta) dirancang untuk mendeteksi potensi tekanan berlebih (overpressure) sejak dini. 

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tegaskan Komitmen Pengawasan Penyaluran Pertalite Subsidi di Serang

Sistem ini dilengkapi alarm otomatis yang memungkinkan respons cepat dalam kondisi darurat, sekaligus mencegah risiko kebocoran hingga kebakaran di sepanjang jalur pipa.

 

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi keselamatan operasional Pertamina, menyusul evaluasi menyeluruh atas insiden kebakaran yang terjadi di area Integrated Terminal Jakarta pada 2023 lalu. 

 

Hasil evaluasi internal menunjukkan bahwa ketiadaan pemantauan tekanan pipa secara real time menjadi salah satu faktor dominan keterlambatan deteksi kondisi abnormal saat itu.

 

“Dengan PRESSMON BALI, seluruh jalur pipa dari Balongan, Indramayu, hingga Jakarta kini dapat dimonitor secara menyeluruh dan real time,” ujar Gema Ramadhan selaku Integrated Terminal Balongan.

 

Implementasi sistem ini terbukti meningkatkan keandalan operasional, menjaga kelancaran distribusi BBM, serta memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar jalur pipa strategis tersebut.

BACA JUGA:Pertamina Gratiskan 654 Ribu Liter BBM dan 1.500 Tabung LPG untuk Operasi Kemanusiaan di Sumatra

Tak hanya berdampak pada aspek keselamatan, PRESSMON BALI juga memberikan manfaat ekonomi signifikan. 

 

Pertamina mencatat potensi cost avoidance hingga Rp107 miliar, yang sebelumnya berisiko muncul akibat insiden kebakaran, kerusakan aset, hingga penghentian operasional terminal.

 

“PRESSMON BALI merupakan safety barrier yang sangat baik untuk kegiatan operasional BBM, khususnya penerimaan BBM melalui jalur pipa dari Balongan,” kata Integrated Terminal Manager Jakarta, Miftahul Ulum.

 

Ke depan, Pertamina membuka peluang untuk mereplikasi sistem PRESSMON BALI di jalur pipa lain dengan karakteristik serupa di berbagai wilayah operasional. 

 

Langkah ini sejalan dengan strategi penguatan operational excellence, percepatan digitalisasi sistem monitoring, serta komitmen Pertamina terhadap prinsip keberlanjutan dan ESG (Environmental, Social, and Governance).

 

Dengan inovasi ini, Pertamina menegaskan komitmennya menghadirkan distribusi energi yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait