Mahfuz Sidik Prediksi Bakal Banyak Peristiwa Tak Terduga yang Terjadi Pasca Penangkapan Presiden Venezuela
Mahfuz Sidik -Istimewa -Radar Cirebon
JAKARTA, RADARCIREBON.COM -Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Mahfuz Sidik Indonesia mengatakan, pemerintah Indonesia perlu mencermati perkembangan situasi politik global yang akhir-akhir ini semakin memanas.
Banyak peristiwa tak terduga yang tidak pernah terpikirkan terjadi. Kita tidak tahu peristiwa tak terduga apalagi,” kata Mahfuz Sidik.
Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik saat menjadi narasumber dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema 'Pergeseran Peradaban dan Politik Global'.
Menurut Mahfuz, peristiwa tak terduga yang akan terjadi diprediksi tidak berhenti pada peristiwa pengerahan tentara Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Ibukota Venezuela, menculik dan menangkap Presiden Nicolas Maduro, serta istrinya dari sebuah negara berdaulat.
BACA JUGA: Distribusi PKH-BPNT Dipantau Ketat, Pemerintah Yakin Tepat Sasaran dan Akuntabel
“Di Iran sekarang ada operasi untuk melakukan pergantian rezim. Fenomena krisis makin meluas dan anarkis. Skenario pergantian rezim hanya tinggal menunggu waktu, katanya.
Selain itu, AS berencana untuk menguasai Greenland, Denmark dalam rangka mengontrol wilayah utara dan Arktik dari pengaruh Rusia dan Tiongkok, setelah sukses mengamankan wilayah selatan, dengan menguasai Venezuela.
“Greenland ini pintu masuk ke Eropa untuk menghadang kekuatan militer Rusia dan Tiongkok yang sedang membangun jalur sutranya di arktik” katanya.
Greenland, lanjut Mahfuz, akan dijadikan basis militer AS di Eropa untuk mencakup kekuatan militer Rusia.
BACA JUGA: Sawit di Cigobang Tak Dicabut, Perusahaan Justru Tuntut Ganti Rugi Rp15 Ribu per Pohon
AS ingin melihat kerutuhan Rusia dengan menjadikan Ukraina seperti Afghanistan, ketika itu perang Uni Soviet kalah hingga bubar negara.
“Amerika saat ini tengah percaya diri karena pembelaan Rusia dan Tiongkok terhadap sekutunya tengah lemah. Tidak hanya ke Iran, tetapi kelainnya juga, sehingga Venezuela bisa dikuasai dengan mudah,” ujarnya.
Donald Trump selaku Presiden AS, ingin mengembalikan kejayaan AS sebagai satu-satunya negara adidaya dunia, yang tidak perlu taat pada aturan lembaga atau negara di dunia.
“Saya kira tindakan Trump yang keluar dari 66 lembaga global PBB ini harus dibaca sebagai pesan kuat bagi PBB,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

