Daya Motor

Menara 13 Lantai Jadi Beban, DPRD Minta Pemkab Ambil Alih Pengelolaan Masjid Agung Sumber

Menara 13 Lantai Jadi Beban, DPRD Minta Pemkab Ambil Alih Pengelolaan Masjid Agung Sumber

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon R Hasan Basori MSi sepakat jika aset Masjid Agung berikut menaranya dikelola Pemkab Cirebon.-Samsul Huda-Radar Cirebon

RADARCIREBON.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon menilai pengelolaan Masjid Agung Sumber beserta menaranya sudah semestinya diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. 

Keberadaan masjid tersebut dinilai bukan lagi sekadar sarana ibadah, melainkan telah menjadi simbol keagamaan sekaligus ikon pusat pemerintahan daerah.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, R Hasan Basori MSi, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengambilalihan aset Masjid Agung Sumber oleh pemerintah daerah. 

Menurutnya, posisi masjid yang berada tepat di kawasan pusat pemerintahan menjadikan pengelolaannya tidak ideal jika sepenuhnya dibebankan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

BACA JUGA:Bantaran Sungai Sukalila – Kalibaru Bersiap Jadi Ruang Publik Ikonik Cirebon

BACA JUGA:TPT Kalijaga yang Ambruk Diterjang Banjir Mulai Diperbaiki, Konstruksi Diperkuat Besi

“Masjid Agung Sumber dan menaranya ini merupakan simbol keagamaan yang berada di lingkungan Pemkab Cirebon. Sudah selayaknya pemerintah daerah hadir dan mengambil tanggung jawab penuh atas pengelolaannya,” ujar Hasan kepada Radar Cirebon, Selasa (20/1/2026).

Politisi yang akrab disapa RHB itu memahami betul kondisi DKM Masjid Agung Sumber yang selama ini kesulitan menanggung beban operasional. Tingginya biaya perawatan masjid dan menara menjadi alasan utama perlunya pengambilalihan aset oleh Pemkab Cirebon.

Meski demikian, Hasan menegaskan bahwa langkah tersebut harus melalui kajian yang matang. Pasalnya, penambahan aset daerah akan berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan anggaran pemeliharaan yang harus ditanggung oleh APBD.

“Pengambilalihan aset tentu tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Harus ada kajian komprehensif karena aset daerah berarti ada konsekuensi anggaran pemeliharaan yang tidak kecil,” jelasnya.

BACA JUGA:Haul 1 Tahun Abah Mansyur, Yamaki Tegaskan Pesan 'Manusia Harus Bermanfaat'

BACA JUGA:Detik-Detik KA Menoreh Hantam Truk Air di Gebang Cirebon, Kendaraan Terseret Hingga 500 Meter

Namun demikian, Hasan menilai fungsi strategis Masjid Agung Sumber dan menaranya membuat pengambilalihan pengelolaan menjadi pilihan yang tidak terelakkan. 

Bahkan, ia menyebut revitalisasi masjid sudah menjadi kebutuhan mendesak apabila dukungan anggaran memungkinkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait