Musim Hujan Picu Ular Masuk Rumah, Damkar Indramayu Tangani 175 Kasus
Petugas Damkar Indramayu melakukan penyisiran untuk mengevakuasi ular yang masuk ke rumah warga.-Istimewa -Radar Cirebon
RADARCIREBON.COM – Ancaman hewan liar kembali menghantui warga Kabupaten Indramayu.
Sepanjang tahun 2025, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Indramayu mencatat sedikitnya 175 kasus evakuasi ular yang masuk ke lingkungan permukiman warga.
Tak jarang, ular-ular tersebut ditemukan hingga ke dalam rumah. Fenomena ini menjadi perhatian serius, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, melalui Kepala Bidang Damkar Jajat Wibisono, mengungkapkan bahwa laporan evakuasi hewan liar masih mendominasi penanganan nonkebakaran selama 2025.
BACA JUGA:Pegawai SPPG Diangkat PPPK Hanya 3 Jabatan Inti, Simak Penjelasan BGN
BACA JUGA:Bantaran Sungai Sukalila – Kalibaru Bersiap Jadi Ruang Publik Ikonik Cirebon
“Berdasarkan data kami, laporan terbanyak yang ditangani Damkar Indramayu adalah evakuasi sarang tawon vespa dengan jumlah mencapai 795 kasus. Namun, yang perlu diwaspadai warga adalah ular masuk rumah, yang tercatat sebanyak 175 kasus,” kata Jajat, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, sebagian besar sarang tawon ditemukan di luar rumah, seperti di pohon atau atap bangunan.
Berbeda dengan ular yang justru kerap menyusup ke dalam rumah warga, terutama saat hujan deras melanda.
Salah satu kejadian terbaru terjadi di Desa Kalimati, Kecamatan Jatibarang. Damkar Indramayu menerima laporan adanya ular masuk ke rumah warga.
BACA JUGA:Haul 1 Tahun Abah Mansyur, Yamaki Tegaskan Pesan 'Manusia Harus Bermanfaat'
BACA JUGA:Buka Semangat 2026, Yamaha WR155 R Tampil Ikonik dengan Desain Body dan Grafis Anyar
Saat dilakukan evakuasi, petugas menemukan belasan anak ular kobra yang berkumpul di dalam salah satu kamar rumah.
“Ini sangat berbahaya dan menjadi peringatan bagi masyarakat. Saat musim hujan, habitat ular sering tergenang air, sehingga mereka mencari tempat yang kering dan hangat, termasuk rumah warga,” jelas Jajat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

