Daya Motor

Tutup Program Smart Village, Wabup Cirebon Dorong Satu Data Desa

Tutup Program Smart Village, Wabup  Cirebon Dorong Satu Data Desa

PENGHARGAAN: Wakil Bupati (Wabup) Cirebon H Agus Kurniawan Budiman memberi apresiasi kuwu yang aktif dan optimal dalam menjalankan Cirebon Smart Village.-Deni Hamdani-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong digitalisasi desa berbasis data. Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman resmi menutup program Cirebon Smart Village dan Desa Cantik (Cinta Statistik) di Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (20/1).

Pria yang akrab disapa Jigus itu menegaskan, program tersebut menjadi bagian penting dari transformasi pembangunan desa menuju sistem digital yang terintegrasi.

“Ini komitmen pemerintah daerah untuk mendorong desa berbasis digital dan data. Data menjadi fondasi utama perencanaan dan pelayanan,” katanya.

Sebanyak 96 desa di Kabupaten Cirebon tercatat mengikuti program tersebut. Para kuwu dari desa peserta hadir dalam kegiatan penutupan.

BACA JUGA:Skandal Kuota Haji 20 Ribu Jemaah, KPK Akan Dalami Keterangan Eks Menpora Dito Ariotedjo

Menurut Jigus, Smart Village bukan sekadar program teknologi, tetapi upaya membangun tata kelola desa yang akurat dan terukur.

Data dasar kependudukan menjadi prioritas, mulai dari jumlah penduduk, komposisi laki-laki dan perempuan, angka kelahiran, kematian, hingga mobilitas penduduk. “Data dasar ini yang nantinya digunakan dalam pengambilan kebijakan di desa,” ujarnya.

Kedepan, aplikasi Smart Village juga akan memuat data strategis lainnya, seperti tingkat pengangguran, luas wilayah desa, zonasi lahan pertanian dan permukiman, hingga jumlah rumah tidak layak huni.

“Targetnya seluruh data desa bisa terintegrasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” imbuhnya.

BACA JUGA:Majalengka Makin Kekinian! Ini 9 Cafe Cozy dan Instagramable Paling Hits

Jigus berharap, integrasi tersebut melahirkan satu data desa yang selaras dengan data pemerintah daerah, sehingga tidak lagi terjadi perbedaan angka dalam perencanaan pembangunan.

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada 13 desa yang dinilai aktif dan optimal dalam menjalankan program Smart Village dan Desa Cantik. “Ini bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi desa agar terus berinovasi,” pungkasnya. (den/adv)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: