Pemprov Jabar Gandeng BRIN Siapkan Caregiver Profesional, Bidik Pasar Jepang
BP2D Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan bertajuk Tindak Lanjut Nota Kesepakatan Sinergi antara Pemprov Jabar dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang digelar di SMK Negeri 1 Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu 21 Januari 2026.-Biro Adpim Jabar-
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia di sektor perawatan lansia dengan meningkatkan kompetensi caregiver atau pengasuh.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna menjawab kebutuhan perawatan lansia di dalam negeri sekaligus memenuhi permintaan tenaga kerja profesional di pasar internasional, khususnya Jepang.
Langkah tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Jabar yang pada 2024 telah mencapai 11,25 persen atau sekitar 5,3 juta jiwa.
Bahkan, di sejumlah daerah seperti Kabupaten Sumedang, Kuningan, dan Majalengka, persentase lansia tercatat lebih tinggi dari rata-rata provinsi, yakni di atas 17 persen.
BACA JUGA:Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha
BACA JUGA:Investasi Emas Makin Mudah dan Menguntungkan
Peneliti Ahli Pertama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jabar, Hana Riana Permatasari mengungkapkan, tingginya angka lansia tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan pengasuh profesional yang memadai.
“Saat ini, lebih dari 80 persen perawatan lansia di Indonesia masih dibebankan kepada keluarga yang tidak memiliki pelatihan khusus,” ungkap Hana.
Sebagai tindak lanjut, BP2D Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan bertajuk Tindak Lanjut Nota Kesepakatan Sinergi antara Pemprov Jabar dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang digelar di SMK Negeri 1 Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu 21 Januari 2026.
Melalui sinergi tersebut, Pemprov Jabar dan BRIN menargetkan terjadinya transformasi Pekerja Migran Indonesia dari sektor domestik atau house maid menjadi tenaga profesional bersertifikat (care worker).
Transformasi ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global sekaligus memberikan perlindungan dan kepastian karier bagi para pengasuh.
Kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi Cirebon, Subang, Majalengka, Indramayu, Sumedang, dan Kuningan diproyeksikan menjadi motor utama penyedia tenaga kerja terampil di sektor perawatan.
Saat ini, terdapat 33 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kawasan Rebana yang memiliki konsentrasi keahlian Asisten Keperawatan dan Caregiver.
BACA JUGA:Cirebon Heboh, Aktivitas Tak Pantas di THM Jadi Sorotan Publik
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

