Daya Motor

Bandara Kertajati Sulit Berkembang karena Whoosh, KDM Minta Tukar Guling dengan Husein

Bandara Kertajati Sulit Berkembang karena Whoosh, KDM Minta Tukar Guling dengan Husein

Bandara Kertajati Sulit Berkembang karena Whoosh, KDM Minta Tukar Guling dengan Husein-dok-Radar Cirebon

RADARCIREBON.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menilai Bandara Kertajati sulit berkembang karena ada Kereta Cepat Whoosh.

Keberadaan kereta cepat yang menghubungkan Bandung dengan Jakarta, membuat penumpang pesawat memilih menggunakan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur.

Atas alasan itu, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menginginkan tukar guling aset (ruislag) saham Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dengan Bandara Husein Sastranegara.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Dedi (KDM) ini, adanya ketidaksinkronan kebijakan transportasi yang membuat BIJB Kertajati sulit berkembang secara komersial.

BACA JUGA:Resmi! Hari Jadi Kabupaten Majalengka Diperingati 11 Februari, Bupati Tegaskan Tak Harus Mewah Tapi Bermakna

"Ada sesuatu yang aneh. Satu sisi kita dorong ke Kertajati, tapi di sisi lain ada Whoosh, lalu Halim tetap buka. Ya, orang pasti pilih Halim dibandingkan Kertajati," ujar Dedi di Bandung, seperti dikutip Antara

Hal itu, menurut Dedi, membuat BIJB Kertajati sampai saat ini belum mampu membiayai operasionalnya sendiri secara mandiri, tanpa masukan dana daerah.

Oleh karena itu, Pemprov Jabar mengusulkan agar operasional dan kepemilikan BIJB Kertajati diserahkan sepenuhnya kepada pusat.

Dedi merekomendasikan Bandara Kertajati menjadi kawasan industri, sementara Pemprov Jabar mengambil alih pengelolaan Bandara Husein Sastranegara, termasuk kawasan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

BACA JUGA:Bocoran Samsung Galaxy A57, Terungkap Spesifikasi Lengkap dan Prediksi Harga

“Bukan saham BIJB Kertajati yang dilepas. Pemerintah pusat, dalam hal ini Pak Presiden, melihat ada beban fiskal pada APBD I (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi Jabar yang berat karena setiap tahun harus mengeluarkan biaya operasional,” ujarnya.

Dedi mengklaim Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui usulan tersebut.

“Saya merekomendasikan kawasan Kertajati menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri. Ini mendapat respon positif, sehingga Presiden memiliki harapan Kertajati menjadi pangkalan TNI Angkatan Udara,” ucapnya.

Dedi juga berkoordinasi intensif dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait rencana ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait