Terjadi Setiap Hari Sabtu, Kawasan Wisata Guci Kembali Diterjang Banjir Bandang
Kerusakan fasilitas di kawasan wisata Guci Tegal akibat banjir bandang yang terjadi Sabtu 24 Januari 2026.-Yeri Noveli-Radar Tegal Group
RADARCIREBON.COM - Kawasan Wisata Guci yang berlokasi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kembali diterjang banjir bandang, Sabtu 24 Januari 2026.
Anehnya, banjir bandang yang menyapu kawasan Wisata Guci Tegal tersebut, terjadi setiap hari Sabtu.
Berdasarkan catatan, kejadian serupa menimpa kawasan tersebut pada Sabtu, 20 Desember 2025 lalu, selisih 4 hari pada musibah sekarang yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Dari pengakuan warga sekitar, banjir bandang yang terjadi kali ini lebih mengerikan. Ketinggian air banjir mencapai 7 meter. Air bercampur lumpur dan batu, menerjang semua kawasan yang dilalui.
Bahkan, Tempat Pemandian Pancuran 13 Guci hancur dan tertimbun lumpur, satu unit alat berat rusak, sejumlah lapak pedagang hanyut, serta pagar pembatas di sepanjang aliran sungai porak-poranda.
BACA JUGA:Lebih Mengerikan! Wisata Guci Tegal Kembali Diterjang Banjir Bandang
Menurut laporan, amukan banjir bandang itu memutus tiga jembatan vital di kawasan wisata Guci Tegal.
Diantaranya, Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung di Pancuran 13, serta Jembatan Gantung di Pancuran 5. Ketiganya merupakan akses utama penghubung antarobjek wisata dan menuju ke Desa Guci.
Banjir bandang yang terjadi kali ini, disertai juga dengan tanah longsor dari sebuah bukit yang ada di atas Desa Guci. Longsor dilaporkan cukup parah dan menambah kepanikan warga.
Tidak hanya itu, sebanyak 700 bibit pohon yang rencananya akan ditanam di lereng Gunung Slamet pada 7 dan 15 Februari 2026 mendatang, ikut hanyut terbawa banjir.
Pantauan di lapangan, material lumpur, pasir dan batu menutup sebagian area wisata. Untuk keamanan, kawasan wisata tersebut ditutup sementara untuk umum.
BACA JUGA:Tim Monster Energy Yamaha MotoGP Memasuki Era V4, Launching Livery 2026 di Indonesia
Banjir bandang di kawasan wisata Guci Tegal ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Kamis 22 Januari 2026 hingga Sabtu pagi, 24 Januari 2026.
Hujan turun dengan intensitas tinggi tidak hanya mengakibatkan banjir, lereng Gunung Slamet pun ikut longsor pada bencana kali ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

