Daya Motor

Diduga Curang! 1.329 ASN Cirebon Terdeteksi Manipulasi Absensi GPS, Ini Penjelasan BKPSDM

Diduga Curang! 1.329 ASN Cirebon Terdeteksi Manipulasi Absensi GPS, Ini Penjelasan BKPSDM

Sebanyak 1.329 ASN Pemkab Cirebon terdeteksi diduga menggunakan fake GPS untuk absensi digital. BKPSDM perketat pengawasan dan ancam sanksi tegas. Ilustrasi-Freepik-

RADARCIREBON.COM – Dugaan praktik manipulasi absensi menggunakan fake GPS di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Cirebon akhirnya terkuak. 

Berdasarkan hasil pemantauan sistem absensi digital berbasis lokasi, tercatat 1.329 ASN terindikasi memalsukan titik koordinat kehadiran.

Fake GPS sendiri merupakan teknik memanipulasi lokasi perangkat, baik ponsel maupun komputer, agar menampilkan posisi geografis palsu. 

Praktik ini terdeteksi melalui pola koordinat absensi yang dinilai tidak wajar dan terjadi secara berulang.

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Sumedang dan Bandung Pagi Ini, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan (PKAP) BKPSDM Kabupaten Cirebon, Meilan Sarry Rumbino Rumakito SSTP, mengungkapkan bahwa jumlah terbanyak ASN yang terindikasi berasal dari Dinas Pendidikan, yakni mencapai 696 orang. 

Posisi kedua ditempati Dinas Kesehatan dengan 364 ASN, sementara sisanya tersebar di berbagai SKPD serta kecamatan.

“Temuan ini berdasarkan evaluasi sistem absensi GPS yang kami lakukan secara berkala. Ada pola koordinat yang sama dan tidak masuk akal,” ujar Meilan saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).

Hal senada disampaikan Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho SSTP. 

BACA JUGA:Waspada Penipuan! Ini Cara Membedakan Link Pendaftaran CPNS 2026 Asli dan Palsu

BACA JUGA:Bupati Lucky Hakim dan Baznas Salurkan Ribuan Paket Sembako ke Warga Terdampak Banjir Losarang

Menurutnya, salah satu indikator kuat adanya manipulasi adalah kesamaan titik koordinat absensi yang digunakan oleh beberapa ASN dalam periode waktu panjang.

“Dalam satu tahun bisa ditemukan hingga lima ASN memakai koordinat lokasi yang sama persis. Secara logika, ini tidak mungkin terjadi secara alami,” tegas Ade.

Meski demikian, BKPSDM tidak serta-merta menjatuhkan sanksi tegas. Penanganan awal terhadap ASN yang terindikasi menggunakan fake GPS diserahkan kepada atasan langsung masing-masing untuk dilakukan pembinaan dan klarifikasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait