Daya Motor

Pengurus SMSI Kabupaten Cirebon 2026–2029 Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Peran Strategis Media Siber

Pengurus SMSI Kabupaten Cirebon 2026–2029 Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Peran Strategis Media Siber

Pengurus SMSI Kabupaten Cirebon periode 2026-2029 resmi dilantik, Rabu 4 Februari 2026.-SMSI Kabupaten Cirebon -

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Cirebon masa jabatan 2026–2029 resmi dilantik oleh Ketua SMSI Jawa Barat. Prosesi pelantikan berlangsung di off room Pendopo Bupati Cirebon, Rabu 4 Februari 2026.

Sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru organisasi perusahaan media siber di Kabupaten Cirebon.

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus SMSI Jawa Barat, serta insan pers dari berbagai media siber di Cirebon. 

Momentum ini dinilai penting dalam memperkuat peran media digital sebagai pilar demokrasi dan mitra strategis pembangunan daerah.

BACA JUGA:SMSI Kabupaten Cirebon Punya Ketua Baru, Maman Abdurahman Terpilih Aklamasi

Bupati Cirebon, H Imron MAg, dalam sambutannya menegaskan bahwa media siber saat ini memegang peran yang sangat strategis dalam kehidupan demokrasi. 

Menurutnya, media digital tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga berperan besar dalam membentuk opini publik serta menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.

“Media siber memiliki peran penting dalam membentuk opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, dan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat,” ujar Imron.

Ia berharap, SMSI Kabupaten Cirebon dapat terus menjadi mitra pemerintah yang kritis, konstruktif, dan solutif. 

Sinergi yang sehat antara pemerintah daerah dan insan media, lanjut Imron, menjadi kunci utama dalam mewujudkan transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi publik yang lebih luas.

Bupati Imron juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers di era digital, terutama derasnya arus informasi yang tidak selalu diiringi dengan kebenaran. 

Maraknya hoaks, disinformasi, hingga polarisasi sosial dinilai dapat mengganggu stabilitas masyarakat jika tidak diimbangi dengan jurnalisme yang berkualitas.

“Kita semua menyadari, tantangan hoaks dan disinformasi harus dijawab dengan jurnalisme yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia menilai, SMSI memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem media yang sehat dan profesional. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait