Daya Motor

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Mata

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Mata

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Mata-eyes-Radar Cirebon

RADARCIREBON.COM - ‎Kesehatan  mata seringkali terabaikan karena padatnya rutinitas sehari-hari. Padahal, mata sebenarnya merupakan indra vital yang menunjang hampir semua aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga berkomunikasi dengan orang lain.

Tanpa disadari, ada banyak kebiasaan yang merusak mata dan perlahan menurunkan kualitas penglihatan. Jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut bahkan dapat memicu gangguan serius hingga kerusakan permanen.

Sebelum membahas lebih jauh tentang kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak mata, mari kenali terlebih dahulu beberapa masalah kesehatan mata yang sering dialami.

Permasalahan Mata yang Sering Dikeluhkan Ada berbagai gangguan penglihatan yang sering dialami banyak orang, mulai dari keluhan ringan hingga kondisi yang lebih serius.

BACA JUGA: BPBD Kabupaten Cirebon Mengingatkan Warga Waspada Banjir dan Cuaca Ekstrem

Pahami jenis-jenis masalah mata ini penting agar Anda bisa lebih waspada sejak dini.

1 . Sindrom Mata Kering (Dry Eye Syndrome)
‎Sindrom mata kering adalah kondisi ketika mata tidak mampu memproduksi air mata dengan jumlah atau kualitas yang cukup. Air mata berfungsi melumasi permukaan mata agar tetap nyaman, jernih, dan terlindungi dari iritasi.

Ketika produksi air mata berkurang, mata bisa terasa perih, panas, gatal, berpasir, bahkan berair secara berlebihan. Sindrom mata kering saat ini tidak hanya dialami pada usia tua, banyak pasien usia muda bahkan anak-anak mengalami sindroma ini.

Faktor penyebab mata kering antara lain terlalu lama menatap layar komputer atau ponsel, berada di ruangan ber-AC, penggunaan lensa kontak, hingga faktor usia. Jika tidak diatasi, sindrom mata kering dapat merusak permukaan kornea dan menurunkan kualitas penglihatan.

2 . Asthenopia (Mata Lelah)
‎Mata lelah atau astenopia sering muncul setelah penggunaan mata dalam jangka waktu lama. Gejalanya berupa mata terasa berat, penglihatan buram sementara, kesulitan fokus, hingga sakit kepala. Kondisi ini umumnya terjadi pada pekerja kantoran yang seharian menatap layar komputer tanpa jeda.

Jika  terus dibiarkan, kelelahan mata dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup sehari-hari. Cara sederhana untuk mencegahnya adalah dengan memberikan waktu istirahat secara berkala pada mata.

BACA JUGA: Aksi Tawuran Pelajar di Cirebon Digagalkan, Polisi Sita Motor hingga Senjata Tajam

3 . Miopia (Rabun Jauh)
‎Miopi atau rabun jauh adalah gangguan refraksi dimana seseorang dapat melihat benda dekat dengan jelas, tetapi kesulitan melihat objek yang jauh. Kondisi ini semakin banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja karena kebiasaan terlalu sering menggunakan gadget serta kurangnya aktivitas di luar ruangan yang melatih fokus mata pada jarak jauh.

Jika kontak tidak dikoreksi dengan kacamata atau lensa, miopia bisa semakin parah seiring waktu dan berisiko menimbulkan komplikasi yang serius. 

4 . Astigmatisme
‎Astigmatisme adalah gangguan penglihatan akibat bentuk kornea atau lensa mata yang tidak simetris. Cahaya yang masuk tidak terfokus dengan baik pada retina, sehingga penglihatan tampak kabur atau terdistorsi.

Penderita astigmatisme sering mengeluhkan penglihatan ganda, mata cepat lelah, dan sakit kepala. Kondisi ini bisa dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak, atau tindakan medis seperti LASIK. 

BACA JUGA: Warga Tegalgubug Cirebon Geger, Pria Lansia Ditemukan Tewas di Rumah Kosong

5. Katarak
‎Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh. Gejala katarak antara lain penglihatan seperti berlangganan, warna terlihat pudar, kesulitan melihat pada malam hari, dan silau saat terkena cahaya terang.

Umumnya katarak muncul seiring bertambahnya usia, tetapi faktor lain seperti diabetes, paparan sinar UV berlebihan, atau penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang juga bisa mempercepat kemunculannya. Katarak yang tidak segera ditangani melalui operasi dapat menyebabkan kebutaan. 
 

6 . Degenerasi Makula
‎Degenerasi makula adalah kerusakan pada bagian makula retina (saraf mata) yang berfungsi untuk penglihatan sentral. Kondisi ini banyak dialami oleh orang lanjut usia dan biasa disebut degenerasi makula terkait usia/AMD.

Penderitanya
mengalami kesulitan membaca, mengenali wajah, atau melihat garis lurus yang tampak berkerut. Meski tidak menyebabkan kebutaan total, degenerasi makula sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya.

BACA JUGA: Nyaris Juara! Timnas Futsal Indonesia Kalah Dramatis dari Iran di Final Piala Asia 2026

Kebiasaan  yang Mengganggu Kesehatan Mata

Kesehatan  mata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia atau penyakit, tetapi juga dari kebiasaan sehari-hari. Beberapa kebiasaan berikut perlu dihindari agar mata tetap sehat dan berfungsi optimal.

1 . Menghabiskan Banyak Waktu di Depan Layar
‎Era digital membuat kita sulit lepas dari layar gadget, komputer, maupun televisi. Sayangnya, menatap layar terlalu lama bisa menimbulkan Computer Vision Syndrome (CVS) dengan gejala mata kering, buram, dan penglihatan buram.

Untuk mengurangi risikonya, lakukan aturan 20-20-20: setiap 20 menit membuka layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Cara ini membantu mata kembali rileks. 

BACA JUGA: Ngeri! Gandengan Truk Trailer Lepas di Jembatan Pantura Cirebon, 4 Kendaraan Rusak

2. Infeksi Lewat Lensa Kontak
‎Lensa kontak memang praktis, tetapi jika digunakan sembarangan justru bisa membahayakan mata. Kebiasaan tidur dengan lensa, tidak membersihkannya dengan benar, atau memakainya melebihi waktu yang dianjurkan dapat meningkatkan risiko infeksi serius seperti keratitis.

Selain itu, penggunaan lensa kontak yang lebar dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan kebutaan permanen akibat tumbuhnya pembuluh darah baru yag masuk ke dalam kornea mata.
Selalu pastikan tangan bersih saat memasang atau melepas lensa kontak, serta ikuti aturan pemakaian yang disarankan dokter.

‎3. Mengabaikan Penggunaan Kacamata Hitam di Luar Ruangan
‎Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat merusak struktur mata. Dalam jangka panjang, sinar UV berlebihan meningkatkan risiko katarak, degenerasi makula, hingga kanker mata.

Menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV 100% bukan sekadar aksesori, tetapi langkah penting untuk menjaga kesehatan mata saat beraktivitas di luar ruangan.

BACA JUGA:Yogi Saputra, Alumni SMKN 1 Cirebon yang Jadi Andalan Timnas Futsal Indonesia Lawan Iran

4. Gaya Hidup Kurang Sehat
‎Tidak hanya berbahaya bagi organ tubuh lain, merokok dan mengonsumsi alkohol berisiko merusak mata. Kebiasaan merokok dapat mempercepat kerusakan retina dan meningkatkan risiko degenerasi makula serta katarak.

Pola makan yang buruk dan sering begadang juga dapat mempengaruhi sirkulasi darah dan oksigenasi ke mata, sehingga mendukung kesehatan penglihatan.

5. Membaca Sambil Tidur
‎Membaca dalam posisi berbaring membuat mata harus bekerja lebih keras karena jarak dan sudut pandang tidak ideal. Kebiasaan ini menyebabkan mata mudah lelah dan penglihatan menjadi kabur.
Apabila dibiarkan terus menerus dan berlangsung lama, risiko gangguan refraksi mata pun akan meningkat.

6. Membaca dengan pencahayaan yang buruk
‎Membaca dengan cahaya yang terlalu redup membuat mata harus fokus lebih keras. Sebaliknya, cahaya yang terlalu terang atau langsung menyorot ke mata juga bisa menyebabkan silau dan ketidaknyamanan.

BACA JUGA:Antusiasme Tinggi, 623 Pelajar Ikuti Kejuaraan Renang Invitasi Kabupaten Cirebon 2026

Gunakan pencahayaan yang cukup, idealnya dari belakang atau samping bahu, agar mata tetap nyaman.
Kapan Harus ke Dokter?
Tidak semua keluhan mata bisa dianggap sepele. Jika Anda mengalami gejala berikut, segera periksakan diri ke dokter mata: Mata sering kering atau berair berlebihan

Penglihatan buram atau ganda

Sakit kepala setelah bekerja di depan layar

‎Kesulitan melihat di malam hari

Melihat  lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu

‎Penurunan ketajaman penglihatan secara tiba-tiba

‎Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut dan pengobatan yang sesuai.
Ditinjauoleh: Dr. Joko Satrio, SpM

BACA  JUGA: Musim Tanam 2026, Stok Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Cirebon Dipastikan Aman

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: