Konflik Tanah Makam Tionghoa di Serang Cirebon Memanas
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr Sophi Zulfia SH MH berasama Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono ST, dan Anggota DPRD Bambang Mujiarto ikut menelusuri kepemilikan lahan yang disengketakan Pemdes Serang dan Yayasan Dharma Rakita Jamblang.-Samsul Huda-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Suasana di kawasan pemakaman etnis Tionghoa yang berada di Desa Serang, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, mendadak menjadi sorotan pada Minggu (8/2/2026).
Area yang selama ini terkesan sepi itu ramai dikunjungi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Cirebon.
Kedatangan mereka bukan tanpa sebab, melainkan untuk menelusuri langsung sengketa lahan yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Permasalahan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Serang dan Yayasan Dharma Rakita Jamblang.
BACA JUGA:Mensos Gus Ipul Ungkap 13,5 Juta BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan, Bantuan Dialihkan
Kedua pihak sama-sama mengklaim kepemilikan atas lahan yang mencakup area pemakaman serta lapangan desa.
Konflik yang telah berlangsung cukup lama ini mendorong DPRD turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi faktual dan mencocokkan data yang ada.
Rombongan DPRD dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH. Turut hadir pula Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono ST.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya digelar di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, yang mempertemukan kedua belah pihak.
BACA JUGA:7 HP Infinix Terbaik 2026, Performa Kencang, Baterai Tahan Lama, Harga Tetap Ramah
BACA JUGA:Kasus Gedung Setda Cirebon Belum Disidangkan, Penahanan Para Tersangka Diperpanjang
Berdasarkan pantauan di lokasi, lahan pemakaman yang disengketakan terlihat kurang terawat.
Semak belukar tumbuh liar di sejumlah titik, sementara penataan area makam tampak minim.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

