Daya Motor

Haul ke-95 KH Muhammad Said, Pesantren Gedongan Tegaskan Peran Ulama Penjaga Bangsa

Haul ke-95 KH Muhammad Said, Pesantren Gedongan Tegaskan Peran Ulama Penjaga Bangsa

Ketua PBNU periode 2010-2021 KH Said Aqil Siraj memberikan tausiyah saat puncak peringatan Haul ke-95 almaghfurlah KH Muhammad Said Pondok Pesantren Gedongan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu.--

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pondok Pesantren Gedongan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, kembali meneguhkan peran strategis pesantren sebagai pilar keilmuan, persatuan, dan perlindungan sosial.

Hal ini tercetus dalam peringatan Haul ke-95 almaghfurlah KH Muhammad Said.

Ulama pejuang kemerdekaan sekaligus pendiri Pesantren Gedongan itu dikenang bukan hanya sebagai tokoh agama, tetapi juga sebagai figur penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

BACA JUGA:Seminar Nasional di Pesantren Gedongan, PWI Kabupaten Cirebon Dorong Literasi Media Kesehatan Perempuan

Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati puncak acara haul yang digelar belum lama ini. 

Para ulama, tokoh nasional, perwakilan kementerian, unsur pemerintah daerah, hingga aparat negara turut hadir dan larut dalam suasana khidmat. 

Kehadiran lintas elemen tersebut menjadikan haul tidak sekadar ritual keagamaan, melainkan ruang pertemuan moral, kebangsaan, dan sosial yang sarat makna.

Ketua Umum Haul ke-95 KH Muhammad Said, Ustad Ahmad Hisyam Idris menegaskan, peringatan haul dirancang sebagai refleksi atas relevansi pesantren dalam menjawab tantangan zaman. 

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan.

“Haul ini bukan hanya mengenang sosok KH Muhammad Said, tetapi juga menegaskan kembali pesantren sebagai kekuatan keilmuan, kemanusiaan, dan kebangsaan di tengah dinamika masyarakat,” tutur Ustad Ahmad Hisyam Idris.

BACA JUGA:Ziarah Leluhur Warnai Haul ke-95 KH Moh Said Gedongan, Jejaring Ulama Cirebon Pun Terungkap

Berbeda dengan peringatan haul pada umumnya, rangkaian kegiatan Haul ke-95 KH Muhammad Said dikemas secara komprehensif dengan memadukan tradisi pesantren dan isu-isu strategis nasional. 

Sejumlah kegiatan pra-haul digelar, mulai dari deklarasi peran perempuan bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), seminar penguatan ideologi bangsa bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), hingga dialog kerukunan umat beragama dengan Kementerian Agama.

Panitia juga menyelenggarakan seminar nasional Risalatul Mahid dalam perspektif medis. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase