Daya Motor

Resital Seni SMPN 11: Panggung Budaya, Bazar Kreativitas

Resital Seni SMPN 11: Panggung Budaya, Bazar Kreativitas

Resital Seni SMPN 11 Kota Cirebon di hari pertama, Selasa (10/2/2026).-Ade Gustiana-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COMSMPN 11 Kota Cirebon menggelar Resital Seni dan Bazar bertajuk Ekspresi Karya dalam Harmoni Seni dan Budaya Nusantara, Selasa–Rabu (10–11/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi wajib bagi seluruh siswa kelas 9, sekaligus ajang praktik kewirausahaan bagi kelas 7 dan 8.

Sejak pagi, lapangan depan sekolah berubah menjadi panggung budaya. Tari-tari tradisional dari Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur silih berganti tampil. Tidak ada seni populer. Sekolah sengaja mengarahkan pilihan pada seni tradisi untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya Nusantara.

Kepala SMPN 11 Kota Cirebon, Iis Nuraeni, menjelaskan resital seni merupakan bagian dari asesmen praktik mata pelajaran Seni Budaya kelas 9.

BACA JUGA:'Sarjana' Ultra 600 Km

Setelah mendapat materi di kelas, siswa diberi ruang untuk mengekspresikan hasil belajar mereka di hadapan orang tua dan warga sekolah. Tujuannya jelas: mengasah kreativitas, inovasi, dan keberanian tampil.

Seluruh siswa kelas 9 terlibat dan wajib tampil. Bukan perwakilan. Karena jumlah penampil banyak, kegiatan dibagi dua hari hingga pukul 15.00 WIB. Pada Selasa (10/2/2026) saja, tercatat 25 penampilan. Kelas 7 menyumbang 10 kelas penampil, sementara kelas 9 menurunkan lima kelas, dengan satu kelas terbagi menjadi tiga kelompok.

Sementara itu, kelas 7 dan 8 dilibatkan dalam bazar dan expo. Mereka mempraktikkan langsung pembelajaran ko-kurikuler dalam bentuk jual beli. Siswa membuat produk, membuka stan, dan berinteraksi dengan orang tua serta pengunjung. Kelas 7 dan 8 bergantian mengisi bazar dan penampilan seni secara selang-seling.

Dari sisi penilaian, resital seni tetap masuk dalam penilaian akademik Seni Budaya. Sekolah juga menyiapkan apresiasi berupa uang pembinaan bagi 10 penampil terbaik selama dua hari kegiatan.

BACA JUGA:Inspeksi KAIS Jalur Utara di Daop 3 Cirebon, Perkuat Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

"Reward ini diharapkan menjadi pemantik semangat atas latihan dan kerja keras siswa," tutur Iis di sela acara kemarin (10/2/2026).

Persiapan kegiatan tergolong matang. Program ini sudah dirancang sejak awal tahun pelajaran dan menjadi agenda rutin tahunan sekolah. Rapat dengan orang tua dan komite sekolah dilakukan sejak Juli 2025. Latihan siswa berlangsung sejak jam pelajaran hingga di luar jam sekolah, dan semakin intens menjelang hari pelaksanaan.

Kegiatan berlangsung penuh disiplin. Selama resital dan bazar, seluruh siswa berada di lapangan dan tidak mengikuti pembelajaran di kelas. Sekolah juga mengatur ketentuan seragam, jadwal istirahat, hingga pengawasan kebersihan dan ketertiban.

Ke depan, sekolah berharap resital seni semacam ini terus berlanjut dan mendapat dukungan lebih luas. Menurut Iis, siswa sangat membutuhkan ruang untuk mengekspresikan diri dan mengasah bakat, khususnya di bidang seni dan budaya.

BACA JUGA:Makin Gacor, Justin Hubner Masuk 3 Besar Bek Tengah U-23 Terbaik di Top 7 Liga Eropa

"Dari sekolah, untuk menjaga warisan Nusantara tetap hidup di tangan generasi muda," pungkas Iis Nuraeni. (ade)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: