Isu Geng Motor Tewas di Cirebon Viral, Polresta Pastikan Informasi Hoaks
(Atas) Kasat Reskrim Polresta Cirebon I Putu Ika Prabawa. (Bawah) Narasi provokasi yang beredar di media sosial “Darah Dibalas Darah” sempat panaskan situasi.-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Isu meninggalnya seorang pelajar yang diduga terlibat geng motor di Kabupaten CIREBON sempat membuat situasi memanas dan nyaris memicu aksi balasan antarwarga.
Informasi yang terlanjur viral di media sosial itu bahkan diwarnai narasi provokatif yang menyulut emosi masyarakat.
Kabar tersebut menyebutkan seorang pelajar asal Kecamatan Ciwaringin tewas setelah menjadi korban pengeroyokan warga.
Narasi itu cepat menyebar melalui media sosial dan grup percakapan warga, lengkap dengan seruan bernada balas dendam bertajuk “Darah Dibalas Darah”.
BACA JUGA:Konvoi Geng Motor Pelajar Dicegat Warga di Cirebon, 24 Orang Diamankan Polisi
Namun, kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama melalui Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa menegaskan, tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa konvoi puluhan pelajar yang sempat meresahkan warga beberapa waktu lalu.
“Kami pastikan tidak ada korban meninggal dunia. Data korban yang masuk rumah sakit sudah kami pantau seluruhnya,” tegas Kompol I Putu Ika Prabawa kepada wartawan, Rabu 11 Februari 2026.
Berdasarkan data kepolisian, total terdapat tujuh pelajar yang sempat mendapatkan perawatan medis pascakejadian tersebut.
Dari jumlah itu, enam pelajar telah diperbolehkan pulang, sementara satu orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon.
“Yang masuk rumah sakit ada tujuh orang. Enam sudah pulang, satu masih dirawat. Kondisinya terus kami pantau setiap hari,” jelasnya.
BACA JUGA:Sempat Melawan Polisi, 6 Remaja Diduga Geng Motor Diamankan di Indramayu Dini Hari
Kasat Reskrim menegaskan, kabar adanya pelajar meninggal dunia sama sekali tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, informasi yang tidak terverifikasi semacam itu berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas jika tidak segera diluruskan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

