IPK Indonesia Turun ke 34, Prasetyo Hadi: Korupsi Sudah Sistemik dan Jadi PR Bersama
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.-Disway-Anisha Aprilia
RADARCIREBON.COM – Penurunan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia kembali menjadi sorotan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinannya atas capaian terbaru tersebut dan menilai persoalan korupsi di Tanah Air telah mengakar secara sistemik.
Pernyataan itu disampaikan Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Ia menegaskan bahwa praktik korupsi bukan lagi persoalan individual semata, melainkan masalah besar yang membutuhkan komitmen bersama untuk diselesaikan.
BACA JUGA:Kebakaran di Lemahwungkuk Cirebon Dipicu Tabung Gas Bocor, 21 Personel Diterjunkan
BACA JUGA:Transformasi Digital Pajak Daerah, Bupati Majalengka Bayar PBB Langsung Secara Online
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Korupsi sudah bersifat sistemik,” ujar Prasetyo.
Politikus dari Partai Gerindra tersebut menekankan, meski tantangan pemberantasan korupsi sangat kompleks, pemerintah tidak boleh menyerah.
Upaya pencegahan dan penindakan harus terus diperkuat tanpa mengenal lelah.
Menurutnya, konsistensi menjadi kunci. Aparat penegak hukum, lembaga negara, hingga masyarakat luas harus terlibat aktif dalam menekan angka tindak pidana korupsi semaksimal mungkin.
Skor IPK 2025 Turun Jadi 34
Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis Transparency International Indonesia (TII) pada 10 Februari 2026, skor IPK Indonesia tahun 2025 berada di angka 34.
Angka ini turun tiga poin dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat skor 37.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

