Munggahan Ala Gen Z: Tradisi Ramadhan yang Anti Ribet dan Tetap Kekinian
Munggahan Ala Gen Z: Tradisi Ramadhan yang Anti Ribet dan Tetap Kekinian-Instagram-radarcirebon
RADARCIREBON.COM – Sambut bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, masyarakat khususnya Pulau Jawa kembali bersiap menyambut bulan penuh berkah. Tradisi turun temurun Munggahan menjadi topik hangat yang sedang diperbincangkan.
Bagi Gen Z munggahan bukan hanya soal kumpul bersama, tapi juga tentang quality time. Kegiatan seperti makan bareng keluarga, teman kampus, atau rekan kerja menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan di tengah kesibukan sehari-hari
Menu yang disajikan pun khas dan banyak makna, mulai dari nasi liwet, lauk rumahan, dan jajanan tradisional. Duduk lesehan, berbagi makanan, dan ngobrol santai membuat suasana terasa hangat dan akrab. Tidak jarang, momen ini diabadikan dan dibagikan di media sosial, apalagi dikalangan Gen Z yang pastinya ikut tren velocity yang sedang viral.
Ini membuktikan bahwa tradisi lama tetap bisa berjalan seiring dengan gaya hidup digital.
Secara asal katanya, istilah munggahan berasal dari bahasa Sunda, yaitu “unggah” yang berarti naik. Makna ini menggambarkan harapan agar seseorang dapat meningkatkan diri dan keimanan saat memasuki bulan suci Ramadhan. Tradisi Munggahan biasanya dilakukan sekitar satu minggu hingga satu hari sebelum Ramadhan dimulai.
BACA JUGA:7 Laptop Gaming Terbaik 2026 dengan Performa Kelas Atas, Siap Libas Game AAA
Selain makan bersama dan bersenda gurau, Munggahan diisi dengan kegiatan lainnya. Seperti berziarah ke makam kuluarga atau leluhur untuk memberikan doa.
Saling meminta dan memberi maaf juga menjadi keharusan agar hati menjadi bersih untuk menyambut bulan puasa. Di beberapa tempat, tradisi ini disertai dengan mandi besar sebagai tanda membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Bagi para perantauan, munggahan juga bisa dijadikan sebagai alasan pulang kampung dan sekedar beristirahat sejenak. Namun jika tanggalnya belum cocok, teknologi menjadi penyelamat.
Video call sambil makan bareng keluarga atau teman sudah jadi hal biasa, ini menjadi bukti bahwa kebersamaan tidak selalu harus hadir secara fisik.
BACA JUGA:KAI Daop 3 Cirebon Optimalkan Perawatan Sarana untuk Pastikan Kelancaran Angkutan Lebaran 2026
Kebersamaan ini membantu menciptakan suasana yang kompak dan harmonis menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Tradisi Munggahan bisa dijadikan konten untuk media sosial agar bisa terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Dalam tahun ini, Gen Z menggabungkan Munggahan dengan pembuatan video viral velocity agar menarik perhatian penonton.
Sehingga banyak dari masyarakat yang tergerak untuk mengikuti tradisi Munggahan dengan keluarga, teman dan saudaranya. Tentunya tidak terlepas dari nilai utama dari tradisi Munggahan, yaitu saling memaafkan, berbagi, dan membersihkan hati.
“Artikel ini ditulis oleh Siti Salwa Maharani mahasiswa komunikasi penyiaran islm UINSSC yang sedang magang/PPL di Radar cirebon.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

