Tarif 0 Persen Tekstil ke AS, Berikut Ini Isi Lengkap Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade
Perjanjian Indonesia - Amerika, Presiden Prabowo teken ART di Washington.-Tangkapan layar -Radarcirebon.com
WASHINGTON, RADARCIREBON.COM - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani perjanjian tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Kesepakatan strategis ini diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump usai pertemuan bilateral di Washington DC, Kamis 19 Februari 2026 waktu setempat.
Namun, perjanjian dagang tersebut belum langsung berlaku. Pemerintah menyebut ART baru efektif 90 hari setelah seluruh proses hukum dan ratifikasi rampung di masing-masing negara.
BACA JUGA:Indonesia Diminta Jadi Deputy Commander Misi Gaza, Begini Pernyataan Prabowo dari Washington
BACA JUGA:Prabowo Teken ART di Washington, 1.819 Produk RI Dapat Akses ke AS Bebas Tarif
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Indonesia akan melakukan konsultasi dengan DPR RI, sementara Amerika Serikat menempuh mekanisme internalnya.
“Perjanjian ini berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat 20 Februari 2026.
ART merupakan puncak dari negosiasi tarif yang telah berlangsung sejak April 2025. Dokumen kesepakatan itu diberi tajuk Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance, menandai babak baru hubungan ekonomi kedua negara.
Salah satu poin paling disorot adalah pemberian tarif 0 persen untuk produk tekstil dan pakaian jadi (apparel) Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat melalui skema Tariff Rate Quota (TRQ).
Skema ini memungkinkan sebagian volume ekspor tekstil Indonesia masuk ke pasar AS tanpa dikenakan bea masuk.
Namun, kuota yang memperoleh fasilitas tarif nol persen tidak bersifat bebas tanpa syarat.
Dalam Article 6.3 tentang Textiles, disebutkan bahwa volume impor yang mendapat tarif 0 persen akan dihitung berdasarkan jumlah ekspor bahan baku tekstil asal Amerika Serikat ke Indonesia, seperti kapas dan serat buatan (man-made fiber).
BACA JUGA:Prabowo Sebut Indonesia Sahabat Sejati Amerika, Soroti Peran AS dalam Sejarah Indonesia
Artinya, semakin besar impor bahan baku tekstil dari AS ke Indonesia, semakin besar pula peluang kuota ekspor tekstil Indonesia yang menikmati tarif nol persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

