Daya Motor

Penataan Kampung Arab Panjunan Cirebon Bertahap, Geliat Ekonomi dan Wisata Mulai Tumbuh

Penataan Kampung Arab Panjunan Cirebon Bertahap, Geliat Ekonomi dan Wisata Mulai Tumbuh

KawasaN PaNJuNaN: gapura bertuliskan selamat Datang di Kampung arab Panjunan Kota Cirebon, Jumat (20/2/2026). Tampak tulisan emasnya mencolok, namun bagian bawahnya terlihat kotor dengan coretan vandalisme.-Ade Gustiana-radarcirebon

RADARCIREBON.COM - Penataan kawasan Kampung Arab Panjunan sudah dirancang beberapa tahun lalu. Sampai saat ini belum terwujud secara keseluruhan.

Masih setengah jadi. Pemkot Cirebon menyebut progres masih bertahap. Tapi, sudah mulai memantik aktivitas ekonomi, budaya, dan wisata.

Gapura bertuliskan Selamat Datang di Kampung Arab Panjunan Kota Cirebon berdiri di tepi Jalan Karanggetas. Tulisan emasnya mencolok.

Bingkai besi hitam mengapit papan penanda kawasan. Coretan vandalisme masih terlihat di bagian bawah. Sepeda motor lalu lalang di depannya. Arus kendaraan padat. Kawasan tampak hidup namun belum sepenuhnya tertata.

BACA JUGA:Gagal Beraksi Saat Magrib, Dua Pelaku Curanmor Diamankan Warga di Jatiwangi Majalengka

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menegaskan penataan kawasan Panjunan terus berlangsung. Progres dilakukan bertahap. Fokus awal pada titik pemicu aktivitas. “Kita terus berprogres,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Jumat (20/2/2026).

Menurut Agus Sukmanjaya, geliat ekonomi sudah terlihat. Di Jalan Panjunan muncul pusat oleh-oleh. Produk yang dijual khas Timur Tengah. Kurma. Busana muslim. Perlengkapan haji dan umrah.

Aktivitas perdagangan itu meluas. Tidak hanya di jalan utama. Kini merambah ke permukiman warga. Terutama di RW 8 Panjunan. Sektor kuliner mulai tumbuh.

Menu tradisional ikut diangkat. Saat Ramadan, warga rutin membuat bubur harisah. Dihidangkan di Masjid Asy Syafii Bayasut. Hidangan khas komunitas Arab. Teksturnya kental. Warnanya kecokelatan. Disajikan hangat menjelang berbuka. Aromanya rempah. Tradisi itu menarik warga luar kawasan datang.

BACA JUGA:CB150X ADV ID Chapter Bekasi Raya Perkuat Solidaritas Lewat Family Gathering Season 3

Penataan fisik juga mulai terlihat. Jalur pedestrian sudah dipasang di beberapa titik. Ornamen kawasan dipasang. Pohon penghijauan ditanam di sisi jalan. Lampu hias berdiri berjajar di trotoar. Agus menjelaskan, konsep besar penataan tidak hanya untuk satu wilayah.

Kawasan ini akan diintegrasikan dengan zona sejarah lain. Yakni kawasan Pecinan di Kanoman dan kawasan kota tua di belakang gedung British American Tobacco (BAT) di Jalan Pasuketan. Semuanya akan menjadi jaringan wisata sejarah terpadu. “Sekarang lebih kita memantik di titik-titik itu dulu,” katanya.

Kata Agus, penataan kawasan tak instan. Pemerintah menargetkan proses berjalan satu sampai dua tahun tahap awal. Setelah itu baru masuk penguatan aktivitas. Terutama budaya dan tradisi lokal.

Respons warga disebut positif. Sejak awal masyarakat dilibatkan. Mereka ikut memberi masukan. Ikut mendukung. Penataan kawasan bukan hanya program pemerintah. Tetapi juga keinginan warga setempat. “Dari awal mereka menjadi bagian pembangunan ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait