Daya Motor

Gubernur Jabar Turun Langsung Evakuasi Korban Dugaan Kekerasan di NTT

Gubernur Jabar Turun Langsung Evakuasi Korban Dugaan Kekerasan di NTT

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. -Dok. Jabar Ekspres-

BANDUNG, RADARCIREBON.COM – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi turun langsung menjemput warga Jawa Barat yang diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM tiba di Maumere pada Senin 23 Februari 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam melindungi warganya yang berada di luar daerah.

Sebanyak 12 warga Jabar dijadwalkan dipulangkan dari Labuan Bajo menuju Jakarta pada Rabu 25 Februari 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung. Sementara satu orang korban lainnya diketahui telah lebih dulu meninggalkan NTT.

BACA JUGA:Keren! Indeks Kompetensi ASN Jabar Capai 37,11 Persen, Corporate University Masuk Level Advanced

BACA JUGA:KDM Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Majalengka, Siapkan Relokasi dan Kampung Wisata

Para korban sebelumnya bekerja di Maumere dan diduga mengalami kekerasan serta pelecehan seksual. Mereka berasal dari Purwakarta, Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

Setibanya di Bandung, para korban akan mendapatkan pendampingan dan perlindungan sementara di Rumah Perlindungan Sementara Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Jawa Barat.

Dalam proses penjemputan ini, KDM turut didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.

Selain itu, penanganan kasus juga melibatkan Polda Jabar, khususnya Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang.

BACA JUGA:Survei Kepuasan KDM Tembus 95 Persen, Ono Surono Ingatkan PR Ekonomi

Dedi memastikan kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual tersebut akan diproses secara hukum. Para korban nantinya akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam pengusutan perkara.

“Kita akan tindak lanjuti secara hukum. Korban harus mendapatkan perlindungan dan keadilan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan lapangan kerja di daerah agar masyarakat tidak terpaksa bekerja ke luar wilayah tanpa kepastian yang jelas.

“Jangan lagi ada warga Jabar yang pergi ke luar tanpa arah dan tujuan. Makanya di Jabar akan diperbanyak lapangan pekerjaan,” ujar KDM.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait