Bupati Imron Apresiasi Safari Ramadan KDM
Bupati Cirebon Drs H Imron MAg tampak berdampingan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat Safari Ramadan.-Deni Hamdani-radarcirebon
CIREBON,RADARCIREBON.COM -Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengapresiasi kunjungan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi dalam agenda Safari Ramadan di Kedungjaya Kecamatan Kedawung, Sabtu malam (28/2).
Kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Bupati Imron menyampaikan terima kasih atas kehadiran gubernur yang dinilai menjadi penyemangat bagi jajaran pemerintah daerah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik,” ujarnya.
BACA JUGA:Hasil Pencarian ABK KM Almujib yang Tenggelam di Perairan Indramayu
Menurut Bupati Imron, kunjungan tersebut diharapkan membawa dampak positif, khususnya dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, terutama dalam penanganan persoalan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta percepatan pembangunan infrastruktur.
Ia juga menegaskan, arahan gubernur yang akrab disapa KDM itu menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah agar terus meningkatkan kinerja. Setiap program pembangunan, kata dia, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Safari Ramadan menjadi momentum mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Cirebon yang aman, maju, dan berdaya saing.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti sejumlah isu strategis, salah satunya potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi serta pengawasan hingga ke tingkat desa dan kecamatan.
KDM menekankan, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas manusia. Menurutnya, pembangunan fisik tidak akan optimal tanpa didukung SDM yang disiplin, terdidik, dan berkarakter.
“Infrastruktur harus sejalan dengan kualitas manusia. Jika fisiknya baik tetapi manusianya tidak siap, maka pembangunan tidak akan bertahan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jalan dan bangunan megah, tetapi juga dari kualitas generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

