Bibit Siklon 90S Menguat, Akankah Gerhana Bulan Total Tertutup Hujan?
Menjelang Gerhana bulan di mulai sejumlah wilayah di Indonesia, Selasa 3 Maret 2026 sore terpantau di guyur hujan dan sebagian nya lagi cerah hingga berawan.-BMKG-
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Fenomena langka Gerhana Bulan Total (GBT) dipastikan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Namun, menjelang peristiwa astronomi tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia justru diguyur hujan, sementara daerah lainnya terpantau cerah hingga berawan.
Update cuaca per 3 Maret 2026 pukul 14.30 WIB menunjukkan bibit siklon tropis 90S terus menguat di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
BACA JUGA:Gerhana Bulan Total Nanti Malam, Kemenag Ajak Umat Islam Sholat Khusuf, Apa Itu?
BACA JUGA:Bacaan Doa Gerhana Bulan Lengkap dan Tata Cara Sholat Khusuf, Malam Ini Bukti Kebesaran Allah
Kecepatan angin tercatat mencapai 50 kilometer per jam dan bergerak ke arah timur. Sistem ini memiliki peluang tinggi berkembang menjadi badai siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang dan hujan sedang hingga lebat meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY Yogyakarta.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dapat diamati langsung dari berbagai wilayah Tanah Air, selama kondisi langit mendukung.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama menjelaskan, Gerhana Bulan terjadi akibat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang sejajar saat fase bulan purnama.
“Gerhana Bulan Total terjadi ketika Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti atau umbra Bumi. Jika langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berwarna merah saat puncak gerhana,” ujarnya di Jakarta.
BACA JUGA:Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat di Indonesia, Ini Jadwal Lengkapnya
Berdasarkan data BMKG, total durasi gerhana sejak fase awal hingga berakhir mencapai 5 jam 41 menit 51 detik.
Durasi parsialitas berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik, sementara fase totalitas (momen ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra BumI) terjadi selama 59 menit 27 detik.
Sementara, Plt Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, memaparkan jadwal rinci gerhana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

