Rieke Tanggapi Status Siaga 1 TNI, Tekankan Pentingnya Sistem Satu Data Nasional
Rieke Diah Pitaloka, Anggota Komisi XIII DPR RI -Khoirul Anwarudin-radarcirebon
RADARCIREBON.COM - Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menanggapi pemberlakuan status Siaga 1 oleh Panglima TNI di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan negara dalam mengantisipasi dampak konflik internasional yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.
Rieke menilai dinamika geopolitik global saat ini menunjukkan bahwa negara perlu memiliki kesiapan yang menyeluruh, tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam pengambilan kebijakan yang berbasis data.
“Langkah kesiapsiagaan tentu penting. Namun negara juga harus memastikan setiap kebijakan yang diambil didukung oleh data yang akurat dan terintegrasi,” ujar Rieke dalam keterangan persnya, Selasa (10/3).
BACA JUGA:Pekerja Transportasi Online Rentan Terdampak Krisis di Timur Tengah
Ia menjelaskan, dalam situasi krisis global, pemerintah membutuhkan basis data yang kuat untuk memetakan dampak yang mungkin terjadi, baik terhadap sektor ekonomi maupun kelompok masyarakat yang rentan.
Karena itu, Rieke menekankan pentingnya percepatan pembahasan RUU Satu Data Indonesia agar negara memiliki sistem data nasional yang dapat menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan.
Menurutnya, tanpa sistem data yang terintegrasi, pemerintah akan kesulitan merancang kebijakan yang tepat sasaran ketika menghadapi situasi darurat atau guncangan global.
“RUU Satu Data Indonesia penting agar negara memiliki data dasar nasional yang akurat dan dapat digunakan sebagai rujukan kebijakan publik,” katanya.
BACA JUGA:Irak Minta FIFA Tunda Playoff Piala Dunia 2026, Konflik Iran-AS-Israel Ganggu Persiapan
Rieke menambahkan, penguatan sistem data nasional akan membantu pemerintah mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling terdampak dalam berbagai situasi krisis, sehingga kebijakan perlindungan sosial dapat diberikan secara lebih tepat.
Ia berharap langkah kesiapsiagaan yang dilakukan negara melalui status Siaga 1 dapat diikuti dengan penguatan tata kelola kebijakan berbasis data agar respons negara terhadap berbagai tantangan global menjadi lebih efektif. (awr)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

