Dishub Cirebon Periksa Bus Jelang Mudik 2026, 15 Sopir Jalani Tes Urine
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ram check terhadap sejumlah bus angkutan penumpang, Selasa 10 Maret 2026.-Mohamad Junaedi-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ram check terhadap sejumlah bus angkutan penumpang.
Pemeriksaan ini dilakukan bersama Polresta Cirebon serta Dishub Provinsi Jawa Barat (Jabar), Selasa 10 Maret 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kendaraan serta awak bus dalam kondisi siap dan aman untuk melayani masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
BACA JUGA:60 Titik Lampu Jalan Diperbaiki, Dishub Cirebon Antisipasi Arus Mudik
Ram check dilakukan di tiga lokasi perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Cirebon.
Ketiga lokasi tersebut yakni PO Cahaya Bakti Utama (CBU) di Sumber, PO Bhineka Sangkuriang di kawasan Ciperna, serta PO Sahabat di Kecamatan Weru.
Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kabupaten Cirebon, Dani Irawadi mengatakan, pemeriksaan difokuskan pada kondisi kendaraan sekaligus kesiapan awak bus seperti sopir dan kondektur.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Pemeriksaan ini untuk memastikan kesiapan kendaraan serta awak kendaraan, baik sopir maupun kondektur, dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Dani saat melakukan pengecekan di PO Sahabat.
BACA JUGA:Dishub Jabar Ungkap Titik Macet Mudik 2026, Simak Jalur Alternatif yang Bisa Dilewati
Dalam proses ram check tersebut, petugas memeriksa berbagai komponen penting kendaraan yang berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang.
Beberapa komponen yang diperiksa antara lain lampu kendaraan, sistem pengereman, pintu darurat, hingga palu pemecah kaca yang digunakan saat kondisi darurat di perjalanan.
“Komponen keselamatan menjadi fokus utama pemeriksaan. Kami memastikan lampu-lampu berfungsi baik, rem dalam kondisi normal, pintu darurat bisa digunakan, serta palu pemecah kaca tersedia sesuai ketentuan,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan beberapa kekurangan pada fasilitas keselamatan di dalam bus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

