Daya Motor

Longsor di Desa Girimulya Majalengka, Lansia 82 Tahun Alami Luka Sobek di Kepala

Longsor di Desa Girimulya Majalengka, Lansia 82 Tahun Alami Luka Sobek di Kepala

Tembok penahan tanah (TPT) di Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, ambruk dan menimpa rumah warga, Selasa (10/3/2026) pagi.-Istimewa-radarcirebon

MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Majalengka dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, ambruk dan menimpa rumah warga, Selasa (10/3/2026) pagi.

Dalam peristiwa tersebut, seorang lansia berusia 82 tahun mengalami luka serius setelah tertimpa material bangunan.

Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Blok Sabtu, Dusun Garasiang. Material tembok penahan tanah yang berada di atas rumah warga tiba-tiba runtuh dan menimpa bagian dapur rumah milik Diding.

Saat kejadian, korban bernama Uju (82) sedang berada di halaman dapur rumah tersebut. Ia tidak sempat menyelamatkan diri ketika tembok dan material tanah longsor menimpa bangunan di bawahnya.

BACA JUGA:THR ASN Kuningan Segera Cair, Pemkab Pastikan Gaji ke-14 Dibayar, Simak Penjelasan Bupati

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kapolsek Banjaran Kompol Endang Triastati mengatakan, setelah menerima laporan dari warga, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan mengevakuasi korban.

“Petugas bersama unsur TNI, Satpol PP, dan aparat desa segera melakukan pengecekan ke lokasi serta mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Endang.

Pengecekan tempat kejadian perkara dipimpin langsung oleh Kapolsek Banjaran, didampingi Wakapolsek Iptu Asep Saefudin serta sejumlah personel gabungan. Petugas juga melakukan pengamanan area dan pendataan saksi di lokasi kejadian.

Akibat tertimpa material longsor, korban mengalami luka sobek cukup parah di bagian kepala dengan panjang luka sekitar 30 sentimeter.

BACA JUGA:Update Sidang Korupsi Gedung Setda Cirebon, Begini Tanggapan JPU Terhadap Eksepsi Nashrudin Azis

Warga bersama petugas kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Banjaran untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Cideres guna memperoleh penanganan medis lanjutan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, longsor diduga terjadi akibat kondisi tembok penahan tanah yang sudah rapuh. Struktur tembok tersebut tidak mampu menahan beban tanah setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir.

Selain itu, kondisi tanah yang labil di kawasan tersebut turut memperbesar risiko longsor sehingga tembok akhirnya runtuh dan menimpa bangunan yang berada di bawahnya.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerusakan pada bagian dapur rumah warga. Kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: