Belajar Al-Qur’an hingga Berbagi Takjil, Ramadan DWP Kota Cirebon Berakhir Khidmat
Hari terkahir kegiatan Ramadan bersama DWP Kota Cirebon - Mar'atus Sholihah.-SENO-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Selama bulan suci Ramadan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Cirebon bersama Mar’atus Sholihah sukses menggelar rangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung penuh makna.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 12 hari ini dipusatkan di Masjid Al-Kautsar Balai Kota Cirebon dan resmi ditutup pada Kamis 12 Maret 2026 dengan doa serta saling bermaafan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ketua Mar’atus Sholihah DWP Kota Cirebon, Hj Ero J Novilianti menuturkan, kegiatan Ramadan bersama ini telah berjalan selama tiga pekan.
BACA JUGA:Ramadan Penuh Berkah, DWP Kota Cirebon Bagikan Takjil Gratis dan Gelar Kajian Fikih Wanita
Berbagai agenda keagamaan disusun untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam di kalangan anggota DWP Kota Cirebon.
“Kegiatan kami diisi dengan belajar membaca Alquran, memaknai ayat-ayat suci, hingga pembahasan fikih wanita.”
“Selain itu, kami juga berbagi takjil gratis serta berbuka puasa bersama anak yatim dan kaum duafa,” tuturnya.
Ia menambahkan, penutupan kegiatan diisi dengan tadarus Alquran serta saling bersalaman sebagai simbol mempererat silaturahmi dan saling memaafkan menjelang Idulfitri.
Momen tersebut menjadi penanda bahwa Ramadan tidak hanya diisi dengan ibadah personal, tetapi juga penguatan kebersamaan.
Ero berharap, kegiatan positif yang telah berjalan selama Ramadan ini tidak berhenti begitu saja. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat belajar dan berbagi di bulan-bulan berikutnya.
BACA JUGA:Hukum Wanita Haid Masuk Masjid? Ini Penjelasan Lengkap Kajian Ramadan DWP Kota Cirebon
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut meskipun Ramadan telah usai,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Sumanto. Ia mengapresiasi pengajian yang dipimpin oleh Dr H May Dedu, karena dinilai mampu memberikan pemahaman mendalam terhadap isi Alquran.
Menurut Sumanto, kegiatan pengajian tidak hanya sebatas membaca ayat-ayat suci, tetapi juga mengajak peserta untuk memahami makna dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga membuka peluang kolaborasi ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

