Muhammadiyah Resmi Umumkan Idulfitri 2026, Berikut Dasar Penentuannya
PP Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. --
YOGYAKARTA, RADARCIREBON.COM – Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut diumumkan melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah berdasarkan hasil kajian astronomi menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Hamim Ilyas menjelaskan, keputusan tersebut merujuk pada hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang telah menetapkan penggunaan KHGT sebagai acuan penentuan awal bulan hijriah.
BACA JUGA:BMKG Rilis Posisi Hilal Syawal 1447 H, Idulfitri Diprediksi 21 Maret 2026
Sistem ini menggunakan parameter astronomis global sehingga penetapan awal bulan dapat dilakukan secara serentak di seluruh dunia.
“Penetapan awal bulan Syawal 1447 H dilakukan dengan merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal,” ujar Hamim dalam keterangan resminya, yang dikutip radarcirebon.com, Jumat 13 Maret 2026.
Dia mengatakan, dalam konsep KHGT, seluruh wilayah di dunia dipandang sebagai satu kesatuan matlak atau tempat terbitnya hilal.
Artinya, awal bulan hijriah dapat dimulai secara bersamaan di seluruh dunia apabila kriteria astronomis telah terpenuhi di salah satu wilayah sebelum pukul 24.00 UTC.
BACA JUGA:Catat! Kemenag Tetapkan Sidang Isbat Idul Fitri 2026 pada 19 Maret
Adapun syarat utama dalam sistem tersebut adalah elongasi bulan minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat pada saat matahari terbenam.
Berdasarkan data astronomi yang dianalisis oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, ijtimak atau konjungsi bulan terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC.
Pada saat itu, parameter KHGT dinyatakan telah terpenuhi di sejumlah wilayah di dunia, termasuk di Makkah, Arab Saudi. Di wilayah tersebut, tinggi bulan tercatat lebih dari 6 derajat dengan elongasi melampaui 8 derajat saat matahari terbenam.
“Berdasarkan data astronomis tersebut, kriteria KHGT telah terpenuhi sehingga ditetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026,” kata Hamim.
Muhammadiyah menilai penerapan KHGT merupakan langkah penting dalam upaya menyatukan sistem kalender hijriah di tingkat global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

