Daya Motor

Situasi Global Memanas, Prabowo Dorong Penghematan BBM di Indonesia

Situasi Global Memanas, Prabowo Dorong Penghematan BBM di Indonesia

Ilustrasi kilang minyak bumi.-Pixabay -

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meminta seluruh jajaran pemerintah mulai menyiapkan langkah-langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). 

Kebijakan tersebut dinilai penting sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor energi di Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Presiden saat memimpin sidang kabinet paripurna yang membahas kesiapan pemerintah menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah di Istana Negara, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.

BACA JUGA:Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Saat Mudik Lebaran 2026, 109 SPBU Siaga di Cirebon

Menurut Prabowo, perkembangan situasi geopolitik di kawasan Eropa dan Timur Tengah harus menjadi perhatian serius pemerintah. 

Ketegangan di kawasan tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap stabilitas energi global, termasuk ketersediaan dan harga BBM di Indonesia.

Karena itu, pemerintah diminta tidak bersikap terlalu optimistis dengan kondisi yang ada saat ini.  

Langkah antisipatif perlu disiapkan sejak dini agar Indonesia tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di tingkat global.

“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM,” ujar Prabowo dalam rapat tersebut.

BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman di Jalur Cirebon

Ia menilai Indonesia memang berada dalam kondisi yang relatif aman saat ini. Namun, menurutnya pemerintah tetap harus menyiapkan strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi bahan bakar minyak.

“Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita aman. Kita bersyukur dalam posisi aman, tetapi tetap harus ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM,” lanjutnya.

Selain sektor energi, Presiden juga menyinggung potensi dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap sektor pangan. 

Ketidakstabilan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok global yang dapat berdampak pada harga pangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase