Daya Motor

Timnas Indonesia Siap Hadapi FIFA Series 2026, Pemain Dikumpulkan Setelah Lebaran

Timnas Indonesia Siap Hadapi FIFA Series 2026, Pemain Dikumpulkan Setelah Lebaran

Logo PSSI--

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Para pemain Timnas Indonesia dijadwalkan mulai berkumpul setelah perayaan Lebaran untuk menjalani persiapan menghadapi ajang FIFA Series 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, yang menyebut keputusan itu diambil agar para pemain yang beragama Islam dapat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga mereka terlebih dahulu.

“Ya, habis Lebaran pastinya,” ujar Arya saat menghadiri acara peluncuran jersi terbaru tim nasional Indonesia bersama Kelme di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.

BACA JUGA:Kabar Terbaru Elkan Baggott: PSSI Pertimbangkan Kembali untuk Timnas Indonesia

Turnamen FIFA Series 2026 sendiri akan digelar di Jakarta dengan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. 

Pada pertandingan pertama, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi tim dari Karibia, Saint Kitts and Nevis, pada 27 Maret 2026.

Selanjutnya, skuad Garuda akan kembali bertanding pada 30 Maret melawan pemenang laga antara Bulgaria atau Solomon Islands.

Untuk menghadapi turnamen tersebut, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah memanggil 41 pemain dalam daftar skuad sementara.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 pemain berasal dari kompetisi domestik yaitu BRI Super League, sementara 17 pemain lainnya merupakan pemain yang berkarier di luar negeri.

PSSI juga telah menyiapkan skema perjalanan khusus bagi para pemain yang merumput di luar negeri, khususnya di kawasan Eropa. 

BACA JUGA:PSSI Gandeng Kelme hingga 2030, Timnas Indonesia Siap Naik Level

Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan para pemain menuju Indonesia berjalan aman dan lancar.

Arya menjelaskan, pengaturan rute penerbangan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap situasi geopolitik global yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Seperti diketahui, konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memicu meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase